“Uffffhh… dirumah sendiri lagi deh” kataku dlm hati.
Karena sdh tdk berkerja lagi setelah menikah, aq pun mencoba mengisi waktu luang dengan menonton acar televisi, bersih-bersih rumah dan kegitan lain yg sering dilakukan oleh ibu rumah tangga, namun tetap saja setiap hari rasanya berjalan lama sekali. Akhirnya aq teringat kalau pagi itu aq belum mencuci pakaian. Kemudian aq pun mengambil pakaian kotor dan segera menuju ke kamar mandi.
Setelah nyuci dan bersiap untuk menjemur pakaian, aq mendengar pintu pagar rumah terbuka.
“Siapa ya? Apa ibu mertuaku udah pulang?” tanyaku kepada diri sendiri.
Kemudian aq bergegas melangkah menuju pintu depan dan untuk memastikanya. Ternyata di luar dugaan yg berdiri di depan paintu adalah Johan, adik laki-lakiku. entu aq tdk menygka kalau Johan adikku datang, karena biasanya Johan mengunjungiku setiap hari libur saja, itupun bersama adik-adikku yg lain.
“Eh… Jo… Tumben datang sendirian? Lagi nggak ada kuliah yah?” aq langsung mengajukan banyak pertanyaan kepadanya.
“Mbak bukannya nyuruh masuk malah nanya-nanya Johan sih? Hehehehe…” jawab adikku sambil tertawa.
“Oh iya Mbak lupa…! Abis nggak biasanya main kesini… Ya udah buka aja Jo… Ga dikunci kok…” akupun jadi ikut tersenyum.
“Johan capek banget nih Mbak abis perjalanan jauh…!” adikku berkata sambil mengusap wajahnya yg berkeringat.
“Ya elaaahhhhhhh…!! Manja banget sih sekarang…! Ayo masuk dulu deh…” aq meledeknya namun tetap membukakan pintu gerbang.
“Tp setelah ngeliat Mbak capek Johan langsung ilang kok…” ujar adikku sambil memasukkan sepeda motornya ke halaman.
“Basi banget deh…!!” kataku lalu mencubit pelan lenganya.
Setelah adikku masuk ke dlm rumah aq mempersilahkan dia untuk di ruang keluarga
“Tinggal bentar ya jo, Mbak mau ngelanjutin jemur baju…Kamu tunggu dulu aja di situ… bikin minum aja sana” kataku berpamitan
“Sini Mbak Johan bantuin… Lagian ga sopan banget sih masa tamu disuruh bikin minum sendiri” Canda adikku
“Yeeeeeeee…! Bukannya lebih ga sopan lagi kalo tamu disuruh bantuin jemur baju?” balasku.
Johan pun tersenyum lebar. Tp tentu saja tawaran adiiku tadi tdk kutolak. Saat sedang menjemur pakaian, dapat kulihat adikku Johan terus memandangiku saat aq sedang memeras dalemanku. Walaupun aq dan Amar pernah memiliki hubungan special namun tetap saja aq merasa risih di pandangi seperti itu. Namun aq pikir tanggung kerana sebantar lagi pekerjaan ini selesai dan aq akan segera ke kamar untuk berganti pakaian
“Udah sarapan belum Jo?” tanyaku berbasa-basi sambil terus menggantung pakaian.
“Eh… udah tadi mbak…” jawab adikku dengan sedikit canggung.
Setelah selesai menjemur pakaian, aq menyuruh Johan ke ruang keluarga untuk menonton TV sambil menungguku. Sesampainya di kamar, aq membaringkan tubuhku sejenak karena cukup lelah setelah mencuci pakaian. Tanpa terasa aq tertidur pulas. Dlm keadaan setengah sadar aq dapat mendengar samar-samar seseorang membuka pintu kamarku. Keberadaan orang tersebut terasa semakin mendekati. Tak lama kemudian ranjangku terasa bergoyang karena sepertinya dia sdh duduk di sebalahku.
Kemudian betisku terasa ada yg meraba-raba. Selanjutnya tangan tersebut merayap naik ke bagian pahaku. Namun karena masih dlm keadaan setangah sadar, aq mengira saat itu sedang mimpi ngesex dengan suamiku. Apalagi saat tangan tersebut mengelus-elus selangkanganku yg masih tertutup CD itu, aq merasa bahwa itu adalah jilatan-jilatan dari suamiku.
Ketika bagian-bagian tubuhku terus digeraygi aq mulai tersadar dari tidurku namun tdk langsung membuka mataku.
“Mbak gue emang bener-bener mulus…” dengan mata terpejam aq masih dapat mengenal jelas suara tersebut.
Tentu saja jantungku langsung berdetak kencang ketika mendapati kalau ini bukan mimpi tp benar-benar terjadi, apalagi ditambah kenyataan yg melakukan semua itu adalah Johan adikku. Karena aq tak menginginkan lebih jauh lagi tangan Johan merayap aq mulai merapatkan kedua pahaku. Tp Johan tak menyerah begitu saja. Tangan Johan kini mulai pindah ke daerah toketku, yg hanya terlindungi kaos tanpa BH, kemudian meremas-remas dengan lembut. Jari-jari johan seolah-olah menari diatas dadaku sesekali memilin.
Namun diperlakukan seperti itu, aq pun akhirnya tak dapat menahan diri lagi untuk terus berpura-pura masih tertidur lelap. lalu aq membuka mata kemudian berteriak agar sandiwaraku tampak meyakinkan.
“Ya ampun johaaannn…!!! Apa-apaan sih kamu!!!!”
“Emm… Jo johan cuma pengen bangunin aja kok… Abisnya Mbak pules banget tidurnya…” kata adikku beralasan.
“Hayooo ngaku aja Jo…! sebenarnya mau ngapain Mbak sih?” aq mencoba untuk membuat Johan berkata jujur walaupun sebenarnya diriku sdh mengetahui apa yg dia lakukan dari tadi.
“Mbak… Johan kangeeen banget…!” hanya kalimat itu yg keluar dari mulut Johan sebelum dia mencumbu bibirku dengan ganas.
“Jangan..hentikan..!! Inget Jo… Emmmhh… Mmbak kan udah nikaah…!” saat aq tersadar bahwa semua ini salah.
“Ayo dong Mbak… Sekali ini ajaaaa… Johan bener-bener udah ga tahan…” adikku memohon dengan tatapan mata yg memelas.
“Ta-tp Jo…” kataku yg hendak beranjak pergi namun tubuhku justru memilih untuk tetap pasrah.
“Rasanya kepala Johan terasa mau pecah gara-gara nafsu ngeliat Mbak tiduran tadi… Sekarang udah kentang nih…!” ujar Johan yg seolah-olah kejadian ini murni karena kesalahanku.
Sesaat kemudian tangan adikku yg kurus sdh meraba-raba bagian dadaku. Dia lalu menaikkan kaosku ke atas hingga lewat kepala dan membuangnya ke sudut ruangan. Dia tersenyum mesum melihat payudaraku yg terpampang bebas dengan putingnya yg sdh menonjol karena terangsang.
“Ja jangan Jo… Nanti… Ennngghhhhh… Ada yg liaaat…” aq masih berusaha melarangnya sambil mendesah karena saat ini Johan mulai menciumi bagian samping leherku.
“Siapa yg mau ngeliat sih Teh? Kan dirumah ga ada siapa-siapa…” tanya adikku tanpa berusaha menghentikan usahanya.
Terus menerus mendapatkan perlakuan seperti itu, akhirnya pertahananku jebol jg. Johan sungguh pintar membangkitkan birahiku karena dia sdh benar-benar paham titik mana yg sensitif untuk merangsangku. menyadari hal tersebut, ciuman Johan terus bergeser kepundakku. Johan menjilatinya hangga aq menggelinjang. Tanpa ingin kehilangan waktu sedtikpun saja mulut Johan mendarat di toket kananku. Tanganya meremas toketku sambil sekali-kali jarinya meilin-milin putingku. Lidahnya kini bermain diatas toket putingku. Pertama-tama lidah johan hanya manyapu bagian puting toket saja, tak lama kemudian mulai bergerak memutari seluruh daerah di sekitarnya, sebelum diakhiri dengan mengulum puting tersebut hingga pipinya terlihat kempot.
“Aaaacchhhhh… Geliiii Jo…!” aq memekik.
Rasa itu di barengi tumpahnya cairan-cairan kenikmatan yg membasahi rongga lubang memekku. Aq sdh kewalahan untuk mengalihkan gairah nafsu yg bertubi-tubi disusupkan oleh Johan.
“Oooohhhhhhh… Johaaaaaannnn…!!” aq semakin mengerang kencang akibat aksinya.
Mulut Johan kini berganti-ganti mengulum kedua toketku. Aq yg sdh sangat terangsang itu mulai mengelus-elus rambut Johan. Padahal sebelumnya aq sdh berjanji pada diriku sendiri tak akan pernah lagi melakukan hal seperti ini dengan laki-laki lain, termasuk dengan adikku Johan, setelah menikah
Gejolak hatiku memang sedanag berperang di dlm diri ini, namun kenyataanya Johan sdh benar-benar membangkitkan nafsu birahiku.
“Celananya buka yah” bisik johan yg sdh siap melucuti celanaku.
“Jo…!” kataku yg sesungguhnya berniat untuk menolak.
Namun yg terjadi selanjutnya adalah tangan Johandengan perlahan mulai melucuti celana beserta CD ku hinga aq bugil. Setelah itu jari-jari johan kembali mengelus bibir memekku yg sdh terbasahi cairan kenikmatan.
“Emmhhhh…Aahhhhh Johan ga sabaran banget sih!” kataku yg kini tak dapat menolak perlakuan
Mendengar perkataanku tadi membuat johan tersenyum sambil menatap wajahku dengan tatapan liar.
Johan kemudian menelan ludah saat melihat memekku di tengah-tengah selangkanganku.
Walaupun Johan sdh sering melihatnya, tp aq yakin tak akan pernah ada seorang laki-laki yg bosan melihat memekku yg mulus dan sedap di pandang. Apa lagi walau sdh menikah, namum bibir memekku masih tertutup rapat yg tentunya saja membuatnya semakin menggoda.
“Ooouuhhh… Johaaaannnnnn… Nghhhhh…” aq terus merintih dengan nafas tertahan saat dua jari Johan menusuk-nusuk belahan memekku.
Tanpa memberi ampun lagi, Johan mulai membenamkan mukanya di selangkanganku. Dia menghirup kuat-kuat aroma dari memek milikku itu. Jadilah aq semakin menggelinjang-gelinjang tak karuan menerima cumbuannya yg bertubi-tubi pada memekku.
“Eemmpphh… Sluuurpphhh… Sluuurphhh…” Johan melahap nikmat memek yg dulu jadi santapannya hampir setiap hari.
Seperti ular, lidah Johan masuk ke dlm lubang memekku kemudian menari-nari menyapu bagian dlm lubang memeknya, dengan bantuan jari-jarinya, Johan membuka bibir memekku untuk membuat ruang bagi lidahnya. Sentilan ujung lidah Johan membuatku tubuhku mengejang seperti tersengat listrik. Apalagi saat lidah tersebut memainkan kelentit yg membuatku semakin klepek-klepek merasakan gelombang libido hingga menekan kekerongkonganku yg sdh terasa kering
“Ooooohhhhhh…” kedua pahaku merapat seketika menjepit kepala Johan saat merasakan ada benda lunak dan hangat yg mengenai bibir memekku.
“Memek Mbak tambah wangi aja nih…! Abis nikah makin rajin dirawat ya Mbak?” kata adikku di tengah melancarkan aksinya.
Tanpa menunggu jawaban dariku, Johan pun kembali menjilati memekku. Namun kali ini dia lebih banyak menggunakan lidahnya untuk menyentuh bagian kelentitku. Kedua Kombinasi dari ciuman, hisapan dan jilatannya yg liar membuatku mengelinjang-gelinjang menahan rasa nikmat yg luar biasa.
“Emmpphhhh… Ooooohhhhhhh…!!” aq hanya bisa mendesah kencang karena terangsang.
“Ooooohhhhhhh… Emmppphhhh… Emmppphhhh…” lirihku yg sdh mulai menyerah pada serangan lidah Amar di bawah sana.
Tak terbayangkan olehku apa jadinya bila saat itu saumiku menyaksikan istrinya dlm keadaan bugil, sedang menikmati jilatan pada memeknya oleh laki-laki yg tdk lain adik kandung istrinya sendiri! Namun perasaan itu malah membuat birahiku semakin liar merasakan rasa nikmat sekaligus sensasi sex sedarah yg sungguh luar biasa.
Jilatan-jilatan Johan semakin menjadi-jadi, lidahnya menjilat hingga masuk ke lubang memekku. Memang aq lama tdk berhubungan sex denganya, sehingga ada perasaan yg kuat untuk dapat merasakan kembali.
“Ouuucchhhhh… Johaaaannnnnn…!!” desahku sambil menggigit pelan bibir bagian bawah.
Memekku tak ubahnya seperti makanan yg sangat lezat bagi Johan yg ingin dia nikmati habis. Memekku pun sdh basah kuyup oleh air liurnya yg bercampur dengan cairan kenikmatan memekku.
“Ooouuucchhhh…” tiba-tiba aq merasakan tubuhku mengejang hebat seketika.
Ternyata saat itu Johan sedang memainkan kelentitku dengan lidahnya sekaligus memainkan jari-jarinya pada lubang memekku. Hanya rasa nikmat luar biasa yg kurasakan saat itu. Dari mulutku terus keluar erangan-erangan lepas dengan suara yg begitu menggairahkan bagi yg mendengarnya. Adikku Johan semakin liar setelah melalap lelehan lendir kenikamattan yg keluar dari lubang memekku.
Melihatku yg lebih terangsang pada saat tersentuh bagian kelentitku, Johan terus melancarkan serangan-serangan lidahnya pada benda kecil itu.
“Ooooohhhh… ssshhhh… Joooooooo…!! uuuucccccchhhhhh…” aq terus mendesah sejadi-jadinya ketika dilanda rasa nikmat yg luar biasa.
Tubuhku semakin mengejang dan kedua kakiku menjadi kaku serta pahaku semakin rapat menjepit kepala Johan. Secara spontan aq menekan kepala Johan ke memekku dengan kedua tangan, seperti ingin membekapnya
“Nikmat yah dijilatin Johan Mbak?” goda Johan di sela-sela aktivitasnya.
“Iiyyaaaaahhh… Jooo…. nniikkmmmaaaatttthhh… Ooouuuhhhhhhh…” kataku dengan terbata-bata akibat dirangsang sedemikian rupa.
“Kalo nikmat buka pahanya yg lebar dong Mbak… Kepala Johan jangan dijepit… Sakit nih…!” canda Johan sambil mencubit gemas pahaku.
Tanpa sempat tersenyum mendengar candaanya, aq langsung membuka lebar kedua pahaku yg tentu saja memberi keleluasaan pada Johan untuk dapat menikmati memekku. Setelah menujukan senyuman kemenangan pada wajahnya, Johan langsung menyerbu kembali memekku dengan gencar. Aq sampai kewalahan menggelinjang-gelinjang hebat. Memekku mulai berdenyut-denyut serta eranganku semakin lepas. Aq sangat yakin kalau wanita manapun akan bereaksi sama sepertiku saat ini karena lidah Johan benar-benar pintar bermain di memekku.
“Jooooo…!! Jooohaaannnn…!!!!” lenguhku sambil memegangi kepala Johan dengan erat.
“Slurpp… Sslluuurrpphhh..” Adikku menyedot dengan sangat kuat seakan tdk ingin melewatkan satu tetes pun cairan kenikmatanku.
“Keluarnya banyak banget sih Mbak? Sampe becek kayak gini… Pasti nikmat banget yah memeknya diisep sama Johan?” komentar adikku sambil terus menyeruput dan menyedot cairan kenikmatanku yg masih tersisa.
“Sslluuurrpphhh… gleeekkkk… Sslluuurrpphhh… Mmmmm… Nikmatnya jus memek buatan Mbak… Hihihi…” komentar Johan yg pada ujung bibirnya masih terlihat lelehan cairan kenikmatanku.
“Jo… Mbaakkk… Nggggh…” hanya kata-kata tersebut yg dapat keluar dari mulutku yg sedang terengah-engah.
“Kenapa Mbak? Nikmat kan? Mau Johan terusin?” goda adikku.
Aq hanya menghela nafas karena tau kalau perbuatan kami sdh tak dapat dihentikan dan akan berlanjut ke tingkat lebih jauh lagi. Lagi pula Johan masih tampak begitu nafsu karena dirinya sama sekali belum terpuaskan. Sesungguhnya aq cukup berat melayani Johan ketika sadar bahwa aq sdh memiliki suami. Namun memekku yg dari tadi dirangsang membuat gairah seksualku ikut terbagkitkan dan tdk memakai akal sehat lagi.
“Sekarang giliran Johan dong Mbak…” pinta adikku yg tanpa menunggu lama segera menurunkan celananya di depan wajahku.
Jantungku berdetak semakin kencang ketika melihat batang k0ntolnya yg sdh tegak mengeras. Saat mataku bertatapan dengan matanya, aq dapat melihat kalau pandangan Johan begitu liar. Sementara aq yg sdh mengerti aka apa yg diinginkan olehnya langsung meraih batang k0ntol yg sdh tegak mengeras itu dengan tangan kananku. Nafasku semakin terengah-engah saat telapak tenganku mengelus batang k0ntol milik Johan yg hangat dan berdnyut seperti mahkluk hidup.
Dengan lembut aq meremas-remas batang k0ntolnya kemudian mengocoknya secara perlahan. Johan melihat tingkah Kakaknya yg sdh mengetahui apa yg dia inginkan.
“Oooouuuccchhhh…!” Johan mengerang saat aq mulai meningkatkan irama kocokan pada batang k0ntolnya.
Aq meremas sekaligus menekan batang k0ntolnya ke arah atas dan bawah lalu mengulang gerakan seperti itu seterusnya. Telapak tangan milikku yg berukuran kecil ini tampak tdk sanggup untuk menggenggam seluruh batang k0ntol tersebut. Gerakan tanganku yg sdh sangat lancar terus mengocok-ngocok batang k0ntol Johan.
“Hmmmm… Nikmaattt…!! Mbak udah kangen ya sama k0ntol Johan ini? Hihihihi…” goda Johan sambil tertawa.
“Iyaahh Jo… Mbak kangen banget sama k0ntol johan…” sahutku pelan.
Dengan tak sabar aq menempelkan bibirku pada ujung k0ntol Johan kemudian menjilatinya dengan lidahku yg sdh terampil. Johan tentu saja terlihat sangat menikmati perlakuanku.
Aroma khas k0ntol Johan semakin kuat tercium oleh hidungku yg kemudian aq hirup dlm-dlm hingga membuatku semakin lupa diri. Tdk ingat atau mungkin tdk ingin menerima kenyataan bahwa kami berdua adalah saudara kandung.
“Sedottt terusss… Yg kuaaaat Mbaakkkkk… Oooohhhhhh…” perintah Johan sambil menarik rambutku.
Tak hiraukan lagi perlakuan kasarnya karena yg tersisa sekarang hanyal mafsu untuk menyepong batang k0ntol milik adikku ini. Aq terus menyepong kuat-kuat hingga Johan mengerang keenakan. batang k0ntol itu terasa semakin berdenyut di dlm mulutku.
Tdk aq hiraukan perlakuan kasarnya tersebut karena yg tersisa sekarang hanyalah nafsu untuk menghisap-hisap batang panjang milik adikku ini. Aq terus menyedot kuat-kuat hingga Amar mengerang keenakan. Benda itu semakin terasa berdenyut di dlm mulutku.
“Emmpphhhh…sluhrrrppp..” aq mencoba menelan seluruh batang k0ntol Johan hingga dia semakin berada di awang-awang.
“Oooohhhhh… Mbak makin lihay aja nih!” puji Johan ketika merasakan sensasi yg ditimbulkan dari sepongan bibirku yg lembut, hangat dan basah.
“Gimana Jo… Sluurphhh… Rasanyaaa? Hmmmm… Sluurphhh…” tanyaku terputus-putus.
“Ouuuuhhhh… Jelaas nikmat Mbaakkkk…! Pagi-pagi beginiiii… Ouuucchhhh… Disepongiiin sama kakak yg cantiiik…!! Ennnggh…” ujarnya dengan kurang ajar namun justru membuatku bertambah semngat.
“Eeemmm… Terus udah nggak pusing lagi kepalaku sekarang? Sluuurrpphhh…” candaku sambil terus menyepong batang k0ntol Johan sehingga membuat wajahnya tersipu.
Terakhir kali aq melakukan oral sex adalah dengan Johan beberapa bulan yg lalu sebelum aq menikah tentunya. Anehnya lagi, suamiku tak pernah aq berikan pelayanan seperti ini walaupun berkali-kali memintanya. Saat ini benar-benar layaknya anak kecil yg disuguhi permen. Aq semakin menikmati batang k0ntol Johan, Mulai dari mencium, menjilat hingga menyepong sambil mengocok-ngocok batang k0ntolnya.
“Mbak…! Mbaakkk…! Udah dulu yah… Johan nggak mau keluar cuma gara-gara disepong sama Mbak doang… Mendingan kita langsung ngentot aja yuk…!” saran Johan yg langsung mencabut keluar batang k0ntolnya dari mulutku.
Seketika memekku terasa ngilu, membayangkan batang k0ntol adikku masuk menyodok-nyodok lubang memekku.
Dengan suara halus aq berkata sambil menatap matanya lekat-lekat
“Tp jangan disemburin di dalem ya Jo…”
Adikku hganya tersenyum lantas menjawab
“Yaaah… Si Mbak gimana sih… Bukannya Mbak pengen banget punya anak?”
“Emang bener sih… Tp….…” suaraku terdengar serak karena tenggorokan ini terasa kering.
“Dari pada Mas Janu belum bisa ngasih anak sampe sekarang… Mendingan sama Johan aja Mbak! Hahaha…” lanjut Johan menyelak kalimatku yg belum selesai.
Mendengar perkataan Johan tadi perasaanku bercampur antara marah sekaligus terangsang memikirkan bagaimana jadinya apabila aq benar-benar hamil dari benih pejuhnya. Walaupun pengalaman ngesex dengan laki-laki lain, termasuk Johan, aq jg tdk yakin kalu rahimku subur. Selama ini mereka hampir selalu mengelurakan pejuhnya di dlm memekku dan aq tdk pernah hamil. Namun dlm hatiku yg paling dlm, aq tak ingin mengecewakan suamiku apabila nanti aq mengandung anak yg bukan darah dagingnya sendiri
Tanpa merasa bersalah, Johan mulai mengatur kedua kakiku seperti huruv “V” di sisi ranjang dengan mulai menggosok-gosokan batang k0ntolnya ke bibir mememku. Kakiku mengayuh naik turun, menujukan bahwa memekku sdh tak sabar lagi ingin di sodok oleh sebuah batang k0ntol. Melihat hal itu tentu saja membuat Johan tertawa licik karena semakin yakin bahwa diriku sdh sangat terangsang
“Kenapa Mbak? Pasti sdh ga sabar ya lubang memeknya pengen disodok sama batang k0ntol Johan… Bilang dulu… Nanti Johan janji bakalan bikin Mbak keenakan deh…! Hehehe…” ledek Johan.
“Emmmhh… Mbak pengen bangeeet disodok Johan…” kataku lirih hingga nyaris tdk terdengar.
“Maksudnya Mbak pengen ngentot? Bilang aja kayak gitu… Ga usah jaim… Hehehehe…” tanya Johan sambil terus melecehkanku.
“Iya deh… Mbak pengen banget ngentot…!! Udah deh… Cepet dooong…!!” kali ini aq merengek tanpa ada perasaan malu lagi.
“Sekarang saatnya Johan ngerasain memek Mbak…” Johan bersiap memasukkan batang k0ntolnya yg sdh sangat tegang mengeras.
Sementara itu aq hanya memperlihatkan raut wajah pasrah ketika batang k0ntol Johan mulai memasuki lubang memekku dengan semakin dlm. Dia terus mejejali batang k0ntol tersebut ke lubang memekku karena ingin menikmati jepitan lubang memekku yg sdh cukup lama tdk dirasakanya.
“Oggghhhhhh…!! Nikmaattttt…!!!” celoteh Johan mengomentari lubang memekku yg menjepit batang k0ntolnya.
Aq menatap wajah sayu Johan yg begitu bernafsu ingin menguasai menyetubuhiku. Kedua menjadi saksi ketika batang k0ntol Johan ditekan ke bawah hingga pahaku terbuka semakin lebar.
“Ouuuuuggghhhh!! Ennnggkh… Masiiiih sempit aja memeknya Mbak …!! Oooohhhhhh…!!!” ujar Johan berteriak puas ketika akhirnya berhasil membenamkan seluruh batang k0ntolnyake dlm lubang memekku.
Seketika lubang memeku penuh oleh batang k0ntolnya yg tanpa jeda terus menyetubuhiku hingga kami benar-benar sempurnya bersetubuh.
Tiba-tiba Johan menghentikan gerakanya. Mungkin dia lelah atau karena sekedar ingin menikmati k0ntolnya yg terbenam di dlm lubang memeku. Kemudian perlahan-lahan, Johan menarik batang k0ntolnya dari jepitan lubang memekku hingga terisa ujung kepala kontolonya saja. Namun tak kuduga, dia menyodokkan dengan keras hingga k0ntolnya kembali tertelan semua di dlm lubang memekku.
“Aaaaagggghhhhh…!!” aq mengerang keras akibat perlakuanya itu.
Berkali-kali Johan melakukan hal tersebut yg membuat memek terasa perih namun nikmat di saat bersamaan.
Akibat gerakan liar itu, aq merasakan kalau sebentar lagi akan mengantarku ke puncak orgasme. Gerakan Johan pun bertambah cepat. Lubang memekku kini sdh sdh sedemikan basah, hingga pada setiap kocokan terdengar gesekkan yg sangat jelas. Aliran libido yg meledak seolah memompa tubuhku dan menekanya ke segala arah. Tentu saja hal tersebut menandakan bahwa aq sangat menikmati persetubuhan ini.
“Oooggghhh…!! oohhh… Joooooo…!!” aq berteriak ketika akhirnya mencapai orgasme.
Beberapa detik lamanya nafasku seperti terhenti merasakan kenikmatan yg luar biasa. Menyadari aq sdh orgasme, Johan sengaja menghentikan kocokkanya ketika merasakan batang penisnya sperti di sembur cairan yg tentu saja itu adalah cairan kenikmatanku.
Setelah cukup lama, Johan mulai menarik keluar batang k0ntolnya dari lubang memekku. Wajah adikku terlihat bangga ketika melihat batang k0ntolnya mengkilat dilumuri lendir memekku.
“Johan sayang Mbak…” kata Johan layaknya laki-laki yg sedang merayu pasangannya.
“Mbak jg Jo…” balasku pelan.
“Ohh… Ooohhh… Oooooohhhhh…” terdengar nafasku tersengal-sengal ketika Johan kembali mengocok lubang memekku. Vilapoker.com
Tubuhku mulai melemas seiring dengan orgasme yg sdh kurasakan, tp nafsu birahiku bangkit lagi ketika Johan mulai menyetubuhi lagi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar