Kamis, 07 Desember 2017

PROMO VILAPOKER BURUAN DAFTAR SEKARANG

BERAPAPUN KALIAN MENANG LANGSUNG KAMI BAYAR LUNAS !!! BURUAN DAFTAR DI VILAPOKER !! AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA !!
PROMO BONUS DEPOSIT NEW MEMBER DAN NEXT DEPOSIT Vilapoker
- Promo Bonus Deposit 10.000 (Member baru)
- Minimal deposit 25 ribu :)
****************************************
Hanya di Vilapoker kamu bisa mendapatkan Hadiah seperti ini Bosku!!
- SYARAT MENCAPAI TARGET TURNOVER :
GAME POKER & DOMINO & LIVE POKER
TURN OVER 1.8 M IPHONE7+
TURN OVER 1.2 M SAMSUNG S7 EDGE
TURN OVER 800JT OPPO F3PLUS
TURN OVER 500JT SAMSUNG A3
TURN OVER 300JT SAMSUNG J2
GAME CEME, CEME KELILING & CAPSA SUSUN
TURN OVER 3.5 M MACBOOKPRO
TURN OVER 2.5 M SAMSUNG S8 EDGE
TURN OVER 2 M OPPO F3PLUS
TURN OVER 1 M SAMSUNG A3
TURN OVER 500JT SAMSUNG J2
****************************************
Dapatkan juga bonus lainnya seperti :
-Bonus Turnover 0.5%
-Bonus Referral 10%
-Bonus Freechip mingguan
****************************************
Untuk keterangan lebih lanjut langsung saja kunjungi situs resminya di Vilapoker
Daftar kontak resmi :
YM = vilapkr57@gmail.com
LINE = vila_poker
WECHAT =VILA_POKER
FB = VILAPOKER
BBM = DD042C72
WA = +85586618204

PROMO HOT NATAL & TAHUN BARU www.vilapoker.com
Dalam rangka merayakan hari Natal dan menyambut Tahun Baru 2018, Vilapoker mengadakan promo hot "Natal dan Tahun Baru" dengan hadiah Utama Iphon 7+ dan Mackbook pro
Promo Bonus ini berlaku untuk seluruh member setia Vilapoker yang rutin bermain dalam periode 01 Desember 2017 - 31 Desember 2017. 
Berikut ini akan kami berikan rincian hadiah yang akan kami berikan :

-GAME POKER & DOMINO & LIVE POKER
*TURN OVER 1.8 M IPHONE7+
*TURN OVER 1.2 M SAMSUNG S7 EDGE
*TURN OVER 800JT OPPO F3PLUS
*TURN OVER 500JT SAMSUNG A3
*TURN OVER 300JT SAMSUNG J2
-GAME CEME, CEME KELILING & CAPSA SUSUN
*TURN OVER 3.5 M MACBOOKPRO
*TURN OVER 2.5 M SAMSUNG S8 EDGE
*TURN OVER 2 M OPPO F3PLUS
*TURN OVER 1 M SAMSUNG A3
*TURN OVER 500JT SAMSUNG J2

>> Promo berlaku untuk seluruh member Vilapoker lama maupun baru
>> Promo ini bersifat GRATIS dan tidak dipungut biaya apapun
>> Hadiah akan diberikan secara serentak kepada seluruh pemenang yang sudah melakukan klaim atas hadiahnya
Demikianlah bonus Natal dan Tahun Baru kali ini. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk mendapatkan Iphone 7+ dan Mackbook pro
Daftarkan diri anda sekarang juga dan kejar turnover untuk promo hot natal kami.
Salam hoki Vilapoker
Untuk Pendaftaran Bisa Hubungi Kontak Kami :
* YM = vilapkr57@gmail.com
* LINE = vila_poker
* WECHAT =VILA_POKER
* FB = VILAPOKER
* BBM = DD042C72
* WA = +85586618204
DAFTAR SEKARANG JUGA JANGAN SAMPAI KETINGGALAN PROMO NYA !!!



Minggu, 03 Desember 2017

Tutorial Bermain Poker Untuk Pemula dan Urutan Kartu

Permainan Poker saat ini sedang Hot-hotnya Di indonesia, bahkan Indonesia menempati Urutan 1 di dunia, untuk kategori peminat paling banyak. tentunya ini akan memberikan banyak manfaat dan sebaliknya bagi kita, sebagai info poker itu hanya mengkombinasikan angka pada meja. dan untuk pemenangnya dilihat dari kartu yang berada pada tangan atau Hand, yang di kombinasikan dengan Meja. Jumlah Kartu yang dihitung lima Kartu, sedangkan jumlah keseluruhannya 7 kartu, terus nanti hasil akhir akan diurutkan, mana yang nilai kartu yang lebih tinggi adapun Urut-urutan kombinasi kartu adalah sebagai berikut:







1. ” High Card” Kartu yang nilainya lebih tinggi akan mengalahkan kartu yang nilainya lebih rendah. Contoh Nilai kartu 2 akan kalah dengan 3, 3 kalah dengan 4, 4 kalah dengan 5, dst… 10 kalah dengan J (jack), J kalah dengan Q (Queen), Q kalah dengan K (King), K kalah dengan A (Ace). Dalam poker, A bisa menjadi angka 1 jika kondisi kartu yang ada dimeja dan ditangan memungkinkan dalam posisi nilai tinggi alias kartu Terendah, bisa Juga kartu A menjadi angka terbesar, misalnya 10, J, Q, K ,A – A, 2, 3, 4 , 5 . Jenis kartu tidak pengaruh sama sekali. Berpengaruh hanya jika kondisi kartu bernilai Flush atau Satu Jenis.


2. ” One Pair” Nilai kartu tertinggi berapapun juga, akan kalah dengan kombinasi kartu yang bernama One Pair atau hanya ada dua angka yang sama dalam 5 kartu dari keseluruhan 7 kartu.
3. “Two Pair” One Pair” kalah dengan Two Pair, dari jumlah 5 kartu terdapat dua jenis angka yang sama.
4. “Two Pair” kalah dengan “Three of a Kind”.
5. “Three of a Kind” kalah dengan “Straight”.
6. “Straight” kalah dengan “Flush”.
7. “Flush” kalah dengan “Full House”.
8. “Full House” kalah dengan “Four of a Kind”.
9. “Four of a Kind” kalah dengan “Straight Flush”.
10. “Straight Flush” kalah dengan “Royal Flush”.
High Card = Kartu paling Besar


One Pair = 2-2-7-9-J
Two Pair= 2-2-7-7-J
Three of a Kind = 2-2-2-7-J
Straight = A-2-3-4-5 atau 10-J-Q-K-A berurutan tidak satu jenis.
Flush = 2-5-6-A-K ,semua Kartu jenisnya sama misalnya Gambar Hati atau Kriting
Full House = 2-2-2-7-7 atau A-A-K-K-K gabungan antara One Pair dan Three of a kind.
Four of a Kind = 2-2-2-2-J atau K-K-K-K-A nilai kartu yang sama ada 4 kartu.
Straight Flush A-2-3-4-5 atau 8-9-10-J-Q Berurutan tapi Satu jenis kartu.
Misalnya Semua 5 kartu tersebut adalah kartu Hati, dan nilainya
Royal Flush = 10-J-Q-K-A , hampir sama dengan Straight Flush, hanya perbedaannya nilai kartunya lebih tinggi dari 10 – A. Fungsi A Bisa menjadi kartu terendah bisa juga kartu tertinggi.
Jika ada dua pemain mendapatkan One Pair maka akan dilihat mana yang lebih besar nilai kartunya contoh : orang pertama :2-2-3-5-A dengan orang kedua : 4-4-7-5-J, coba perhatikan nilai kartu yang sama antara 2 dan 4, mana yang lebih tinggi, tentu nilai kartu 4 kan, nah itu sebagai pemenangnya. Dan begitu seterusnya, kalau pun ada yang Straight, pada kombinasi kartu “Straight” A-2-3-4-5 kalah dengan 3-4-5-6-7. Bila ada dua pemain mempunyai nilai dan kombinasi kartu yang sama, maka taruhan dibagi dua.


Jadi sekali lagi, urut-urutan nilai kombinasi kartu dari yang terendah
adalah sebagai berikut:
– Kartu nilai tertinggi
– One Pair
– Two Pair
– Three of A Kind
– Straight
– Flush
– Full House
– Four of a Kind
– Straight Flush
– Royal Flush
– Masing-masing pemain akan bergantian menjadi “dealer” (pembagi kartu),


bergantian searah dengan jarum jam. Misalnya pemain satu menjadi
“dealer”, maka dia yang akan membagikan kartu-kartunya nanti.
– Sebelum kartu-kartu dibagikan, 2 pemain di sebelah kiri dealer menaruh


chip/taruhan, yang dinamakan “Ante”. “Ante” yang pertama lebih kecil
daripada “ante” yang berikutnya. Misalnya: pemain satu adalah “dealer”,
maka pemain sebelah kirinya, misalkan pemain dua, menaruh Ante nya 5
dolar, dan pemain selanjutnya lagi, yaitu pemain tiga, menaruh Antenya
sejumlah 10 dolar. “Ante” biasa dikenal juga dengan “Blind Bets”.
– Kumpulan dari chip-chip/taruhan di tengah meja tersebut untuk


selanjutnya dinamakan “Pot”.- Lalu kartu dibagi, masing-masing pemain
mendapat 2 kartu. 2 Kartu ini dinamakan “Private Cards”/”Hole Cards”.
– Lalu setelah kartunya dilihat (pemain tak boleh lihat kartu milik


pemain lain, harus lihat miliknya sendiri!), pemain di sebelah kiri
pemain yang ngasih ante kedua, melakukan “bet” pertama kali. Dalam hal
ini karena yang ngasih ante kedua adalah pemain tiga, maka yang melakukan
“bet” pertama kali adalah pemain empat.
– “Bet” adalah taruhan, bisa “call”, “raise”,atau “fold”
– “Call” atau “Stay In”, berarti dia akan ikut main, dengan menaruh


taruhan sejumlah uang yang ditaruhkan oleh pemain lain terakhir kali.
Dalam hal ini bisa berapapun tergantun anda bermain di level mana.
– “Raise” berarti dia akan ikut main, menaruh taruhannya, dengan nilai


taruhan yang lebih tinggi (lebih tinggi dari nilai taruhan sebelumnya,
dalam hal ini lebih tinggi dari 10 dolar, misalnya dia menaruh 20 dolar atau lebih).
– “Fold” berarti dia tak akan ikut main. Jadi dia tak ikut taruhan, dan


menutup kartunya.
– Lalu disusul pemain sebelah kirinya lagi, mau “call”, “raise”, atau


“fold”, begitu seterusnya.
– Setelah itu, 3 kartu dibagi terbuka dan diletakkan di pusat meja,


memulai ronde pasang taruhan yang kedua.
– Seperti sebelumnya, secara bergantian pemain-pemain melakukan lagi. Vilapoker.com




“call”, “raise”, atau “fold”, dimulai dari pemain di sebelah kiri. Kartu di pusat meja ini dinamakan “Community
Cards”. Dan ronde ini dinamakan “Flop”.
– Setelah itu, dibuka satu kartu lagi kartu “Community Cards” yang


keempat. Ini dinamakan “Turn Card”/”4th Street”
– disusul dengan “bet” atau taruhan lagi seperti sebelumnya.
– Lalu kartu terakhir “Community Cards” dibuka lagi, ini dinamakan “River


Card”/”5th Street”.
– disusul dengan “bet” atau taruhan lagi seperti sebelumnya. Ini adalah


ronde taruhan yang terakhir.
– Lalu pemain-pemain membuka kartu miliknya, dan mengkombinasikan


kartu-kartunya dengan kartu yang terlihat di meja, membentuk 5 kartu yang
paling baik kombinasinya.


Sekian info tutorial bermain poker untuk pemula , Thanks for visit :)
GoodLuck 

Ngentot Dengan Pramugari Cantik Pecinta Seks

Namaku Roy, usia 25 th. Tampangku biasa-biasa saja, tetapi dari para wanita yang pernah kencan denganku, mereka bilang wajahku enak dipandang (dan tentu saja mereka bilang selalu puas bercinta denganku kalau sudah merasakan keperkasaanku).



Kisah ini berawal dari perkenalanku lewat telepon dengan seorang pramugari satu perusahaan penerbangan terbesar di Jakarta. Saat itu aku mencari nomor telepon seorang teman lamaku di yellow pages yang bernama Riri yang tinggal di Kali Malang. Aku menemukan nama tsb, tetapi beralamat di Bekasi Timur. Entah kenapa aku tertarik untuk mencoba menelponnya. Saat kutelepon yang menerima adalah pembantunya bernama Wati. Dia bilang Riri sedang terbang, setelah kuperjelas Wati menerangkan kalau Riri adalah seorang pramugari, sudah bersuami tetapi suaminya sudah tidak tinggal bersamanya lagi walau belum resmi bercerai (dari keterangan Wati aku yakin bahwa Riri ini bukan temanku yang aku cari tetapi karena Wati tidak keberatan ngobrol, aku jadi meneruskan obrolan).

Aku pun mengarang cerita kepada Wati bahwa aku punya kenalan pramugari bernama Hany dan sering berkencan dengannya. Kami jadi terlibat obrolan akrab, malah Wati bilang jangan-jangan aku juga pernah berkencan dengan Riri. Aku pun mengiyakan dan menceritakan kehebatan Riri di ranjang, membuat Wati semakin berani bicara soal sex. Setelah 1 jam kami ngobrol, akhirnya Wati menyuruhku telepon besok sore karena Riri pulang besok siang.

Besok sorenya aku telepon Riri, dia sedang tidur karena katanya cape setelah terbang jauh, tetapi dia mau menerima teleponku. Mulanya Riri heran karena tidak mengenalku, lalu aku bilang aku penggemarnya membuat dia tertawa.

“Memangnya aku artis beken punya penggemar?” Aku memperkenalkan diri dan bilang ingin kenal lebih dekat dan menjadi temannya.
“Tapi bukan teman tidur kan?” kata Riri dengan suara agak parau karena baru bangun tidur. “Aku gak mau jadi teman tidur, tapi enakan jadi teman lagi gak tidur” jawabku.
“Eh nakal, baru kenal udah ngomong begitu”
“Iya, maksudku gak tidur kan lagi telepon, bukan lagi di ranjang”. Riri tertawa lagi.
“Kamu suka bercanda ya?”. Kami ngobrol kira-kira 10 menit dan aku bilang aku gak mau mengganggu istirahatnya lebih lama dan berjanji untuk menelponnya lagi.
Setelah itu aku sering menelponnya, dan kami menjadi akrab serta mempunyai nama ejekan. Setelah 1 bulan kami hanya bicara lewat telepon, aku pun berani bilang ingin bertemu dengannya. Riri setuju tapi tidak mengijinkanku datang ke rumahnya. Dia hanya minta dijemput di daerah sekitar tempat tinggalnya. Saat bertemu, kami masih saling mengejek.

“Apa kabar, Ndro?”
“Baik” jawabku. “Aku gak nyangka ternyata kamu lebih parah dari Atun, maksudku Atun gemuk, kamu ternyata kurus”
“Ha ha, aku kira kamu juga mirip Indro betulan” dia tertawa membalas ejekanku.

Harus kuakui walaupun dengan pakaian sederhana dan tanpa make-up Riri terlihat cantik dan tubuhnya langsing dengan buah dada yang padat kutaksir berukuran 34. Malam itu kami pergi ke Mall, dan makan Fried Chicken. Sejak saat itu dia selalu memberi jadwal terbangnya kepadaku dan selalu minta aku telepon bila dapat tugas domestik, atau kirim fax bila dia di luar negeri.

Satu bulan setelah pertemuan pertama, aku diijinkan mencium bibirnya. Mulanya aku bilang ingin memeluknya. Besoknya saat bertemu lagi aku juga bilang mau peluk dia. Kami berpelukan, kemudian aku mencium tangannya, memeluk dia lagi sambil berusaha mencium bibirnya. Riri menolak tetapi setelah itu dia pasrah saat kukulum bibirnya, tetapi Riri tidak membalas. Setelah ciuman pertama setiap bertemu kami selalu berciuman sampai sebulan berikutnya dia minta diantar ke suatu tempat dan kami sudah pulang jam 11 siang. Saat itu aku bertanya ingin kemana lagi.

“Terserah kamu mau kemana” jawab Riri.
“Kalau ke hotel bagaimana?” tanyaku
“Memang kamu berani?’
“Siapa takut!”jawabku cepat. “Memang Riri berani?” balasku.
“Berani, tapi kamu jangan macam2 ya” Segera aku menuju satu hotel yang cukup baik di Bekasi.

Sesampainya kami di kamar hotel, aku segera memeluk Riri dan menciumnya. Riri membalas dengan tak kalah gairah. Bibir dan lidah kami saling mengulum dan menjilat. Nafas Riri semakin tak beraturan saat tanganku mulai menelusuri lekuk tubuhnya. Ciumanku mulai berpindah ke kuping dan lehernya. Kecupan dan gigitan-gigitan kecil di lehernya membuat Riri menggelinjang.

“Oouhh..oouuhh..aahhh..” rintih Riri ketika tanganku mulai meremas buah dadanya.
Jariku mulai membuka kancing blouse-nya. Ciumanku berpindah ke bahunya yang mulus kemudian ke buah dadanya sambil aku membuka BH nya. Bagian atas tubuh Riri sudah tidak dilapisi oleh sehelai benangpun. Aku mengulum puting buah dadanya, sedangkan tanganku meremas buah dada satunya. Tangan Riri bergerak liar membuka baju dan celanaku. Pada saat yang bersamaan kami sudah sama sama telanjang dan ciumanku semakin turun ke bawah, menjilati dan mengecup perut, paha, betis, dan ke pangkal pahanya. Riri menarikku ke ranjang saat aku mulai menjilati vaginanya.

“Aahh.. oohh..sshh..sshh..” rintih Riri kenikmatan.
“Mmhhh..ssrpp..ssrrpp” aku semakin nafsu menjilati vaginanya.

Aku memutar tubuhku ke posisi 69. Riri agak menolak tetapi aku tetap melanjutkan posisi itu dan memintanya menciumi penisku yang sudah membesar dan keras. Riri hanya mengecup saja, saat kuminta mengulum dia menolak dan minta aku merubah posisi berhadapan lagi. Aku mulai mencium bibirnya lagi, lidah kami saling menjilat dan bibir kami saling mengulum. Nampaknya Riri sudah tidak tahan, tangannya mencari-cari penisku dan memasukkannya ke dalam vaginanya.

“Oouuhh..” lenguh Riri saat penisku menghujam ke dalam vaginanya.
Tubuhku secara perlahan turun naik di atas tubuh Riri yang sexy dan mulus. Perlahan namun pasti kulihat perubahan di wajah Riri menunjukkan dia menikmati persetubuhan kami. Penisku keluar masuk dengan irama makin cepat. Riri semakin menggeliat dan mendesah. Rintihan dan desah kenikmatan Riri makin membuatku bergairah berpacu menuntaskan nafsu birahi Riri. Vilapoker.com



“Oouhh.. aahh.. sshh” Riri mendesis dan menggoyang pinggulnya mengikuti gerakanku.
“Mmhh..mmhh..sshh” akupun merasakan nikmat luar biasa oleh goyangan Riri.
“Ayoo, sayang.. aku sudah tidak tahan..” Riri semakin cepat menggoyangkan pinggulnya dan memintaku mempercepat keluar masuk penisku. Tidak berapa lama kemudian, Riri memagut bahuku. Nampaknya Riri segera mencapai puncak kenikmatannya.
“Aahh..oouuhh.., aku keluarrr.. mmhh” Riri menggigit bahuku saat dia orgasme.

Tubuh Riri mengejang beberapa saat, kemudian pelukannya perlahan melemah dan lepas dari tubuhku. Nampak di wajahnya mimik kepuasan. Riri mengecup bibirku beberapa kali sambil berbisik
“Sayang.., kamu hebat.., baru kali ini aku merasakan kepuasan dari laki-laki”
“Memang selama ini di rumah gak pernah puas ya? tanyaku.
“Iya, suamiku tidak bisa memberiku kepuasan. Dia selalu lebih dulu keluar, kadang-kadang baru sebentar aku goyang dia sudah gak tahan” Riri menjelaskan keadaan suaminya.

Aku membayangkan tubuh Riri sedang dinikmati suaminya, membuat gairahku bertambah dan perlahan aku mulai menggerakkan penisku keluar masuk lagi. Riri mulai terangsang dan mengikuti gerakanku dengan memutar-mutar pinggulnya. Aku membalikkan posisi sehingga Riri berada di atas tubuhku. Riri semakin leluasa mengerakkan pinggulnya. Ronde kedua ini Riri semakin menikmati persetubuhan kami hingga tidak berapa lama kemudian ia mencapai orgasmenya yang kedua dan terkulai di atas tubuhku.

Aku segera membalikkan tubuhnya ke posisi di bawah. Tubuhku naik turun di atas tubuh Riri tanpa memberi kesempatan dia istirahat setelah mencapai orgasmenya yang kedua. Aku ingin segera menuntaskan pergumulan ini. Lahar di tubuhku menuntut minta dikeluarkan. Walau sudah 2 kali orgasme ternyata Riri masih mampu melayani gerakanku, malah kurasa Riri semakin hot mengoyangkan pinggul dan pantatnya.

“Aahh..ouhh..ouhh” rintih Riri
“Sayang, aku gak tahan lagi..” aku mengajak Riri menyelesaikan persetubuhan kami.
“Kita keluar bareng, sayanngg.., aku mau keluarr… Aahh..sshh..” Riri mencapai orgasmenya.
“Eehh.. mmhhh..aahh” aku memuncratkan air maniku ke dalam vagina Riri.
“Terima kasih, sayang..” Aku mengecup pipi dan kening Riri, juga mengecup di bibirnya.
“Sama-sama, aku puas sekali” Riri membalas kecupanku.
“Ternyata pramugari mainnya hot juga ya?” kataku.
“Iya doong.., baru tau ya kalo pramugari hebat?” jawab Riri.
“He eh, pengen lagi dong” pintaku.
“Emang masih kuat?”
“Lho Riri gak ngerasain? Kan punyaku masih di dalam punya Riri” kataku.
“Iihh, kok masih keras sih?” tanyanya.
“Iya, punyaku kalo baru sekali keluar memang masih keras” jawabku
“Emang mesti berapa kali sih baru lemes?” tanya Riri penasaran.
“Paling sedikit 2 atau 3 kali” kataku
“Jadi sekarang mesti Riri bikin keluar lagi ya?”
“Iya kan yang tadi bikin gede dan keras Riri” jawabku

Riri mulai menggoyangkan pinggul dan pantatnya yang kuimbangi dengan keluar masuknya penisku di dalam vaginanya. Di babak kedua ini Riri orgasme 2 kali dan aku keluar sekali. Setelah itu kami istirahat sebentar dan karena penisku masih tegang Riri kemudian mengulum dan mengisap punyaku. Nampaknya Riri begitu menikmati kuluman dan isapannya di penisku.

“Rii.., aku keluaarr..aahh” aku menyemprotkan air maniku. Riri menelan semua air maniku yang keluar. Setelah itu penisku benar-benar mengecil dan kami pun tidur.
Hari itu kami lewati dengan 2 kali persetubuhan lagi berturut-turut dengan Riri orgasme 2 dan 1 kali, hingga kami check-out dari hotel jam 7.30 malam. Kuantar Riri pulang dan untuk pertama kali aku diijinkan masuk ke dalam rumahnya. Setelah ngobrol beberapa saat, akupun pamit pulang setelah kami berciuman lagi

Sejak saat itu aku selalu mengisi kesepian Riri setiap suaminya tidak berada di rumah. Setiap bertemu selalu kami lewati dengan permainan cinta yang panas, baik di hotel atau di rumah Riri, bahkan kemudian aku diijinkan menikmati tubuh Riri di atas ranjang di kamarnya. Saat itu aku bahagia dan puas sekali karena dari pagi sampai sore tak henti-hentinya kami bercumbu dan aku dimanja serta dilayani seolah-olah aku suaminya.

Suatu kali pernah terjadi saat kami bercinta di ranjangnya, suami Riri menelpon. Mula-mula telepon itu tidak diangkat karena kami sedang berciuman, tetapi saat penisku sudah di dalam vagina Riri, ada telepon lagi dan ternyata suaminya. Riri menjawab telepon itu sambil nafas dan suaranya tersendat-sendat karena aku tidak menghentikan gerakan keluar masuk penisku.

“Aku sedang olahraga” kudengar Riri menjawab pertanyaan suaminya.
Setelah selesai telepon kutanya suaminya bicara apa.
“Biasa, kalo lagi pengen gituan denganku, bilang kangen dan mau ketemu. Dia curiga, nafasku memburu. Dia tanya aku lagi ngapain, makanya aku bilang lagi olahraga. Hi.. hi.., padahal aku lagi olah nafsu sama kamu” jelas Riri sambil tertawa manja, membuatku semakin bergairah menggeluti tubuh indahnya.

Tetapi pernah juga teleponku tidak diangkat oleh Riri. Saat itu suaminya memang sudah 2 hari berada di rumah. Aku berani telepon ke HP Riri karena sebelumnya dia menelponku dari HP-nya.

Setelah 2 kali teleponku tidak dijawab aku tidak mencoba menelponnya lagi. Setengah jam kemudian aku ditelepon Riri.

“Hallo, sori tadi aku gak jawab telepon kamu” kata Riri.
“Emang kamu lagi ngapain? Lagi enak ya?” tanyaku
“Iya” jawab Riri
“Pantes, teleponku dicuekin, lagi enak sih. Berapa kali tuh? Sekarang dia di mana?”
“Sekali aja. Dia di kamar sebelah”
“Dari tadi baru sekarang telepon, lama banget mainnya”
“Gak, biasalah dia cuma bisa sebentar. Aku juga diam aja, gak goyang. Abis main dia tiduran dulu, baru keluar kamar”
“Tapi orgasme kan?” ledekku
“Sama dia mana pernah aku orgasme” balas Riri
“Aku iri dan cemburu nih” memang saat itu dadaku terasa panas oleh cemburu membayangkan tubuh sexy Riri digeluti suaminya.
“Sabar ya, sayang. Kalo dia udah pergi nanti aku layani dan puasin kamu. Kan sebelum dia datang Riri juga kasih kamu duluan yang nikmatin tubuh Riri. Udah dulu ya, nanti Riri kasih kangen dan sayang Riri buat kamu. Daag.. mmuuehh..”
Pernah Riri terbang selama seminggu, begitu Riri pulang aku menjemputnya di bandara. Masih dengan seragamnya Riri kuajak check-in ke hotel dan menuntaskan gairah dan nafsu kami yang terpendam lebih dari seminggu.

“Ri.., aku kangen. Aku ingin bercumbu dengan pramugari” kataku sambil bercanda.
“Eh, gak boleh, harus pulang dulu. Aku ganti pakaian” jawabnya.Setelah kurayu Riri akhirnya bersedia langsung check-in tanpa mengganti seragamnya dulu. Saat itu aku merasa benar-benar berkencan dengan pramugari karena Riri masih berseragam.

Setahun kemudian Riri menggugat cerai suaminya dan dikabulkan pengadilan. Sampai kini Riri masih menjanda tapi aku selalu memberi kepuasan dan kenikmatan untuk kebutuhan sex Riri. Ada keinginanku untuk segera menikahinya tetapi aku sendiri masih senang bercinta dengan wanita-wanita lain, termasuk juga beberapa pramugari yang kukenal setelah Riri. Riri memaklumi keadaanku karena dia sendiri kadang-kadang kewalahan melayani nafsu sexku, apalagi kalau aku sedang cemburu dengannya. Selain itu Riri juga masih aktif terbang sehingga sering meninggalkanku juga. Disaat Riri tugas dan aku ingin menyalurkan nafsu birahiku aku berkencan dengan wanita lain, mungkin ini yang menjadi pertimbangan Riri dan memaklumi keadaanku. Vilapoker.com


Sabtu, 02 Desember 2017

Bahagianya Saat Kehilangan Keperawananku

Sebut saja Papah Ridho, dia adalah papah tiri yang menikah dengan mamahku 5 bulan yang lalu. Beliau berumur 43 tahun, mamah menikah kembali setelah ayah kandung aku meninggal. Menjanda sekitar 2 tahun tiba-tiba dilamar oleh seorang pria duda yang katanya dulu teman SMA. Kalau aku bebas aja asal itu pria baik dan mamah bahagia.



Mungkin mamah juga merasakan kesepian setelah ditinggalkan ayah. Daripada terus berlarut dalam kesedihan aku menginjinkan mamah untuk menikah kembali. Papah Ridho duda sudah sangat lama sekitar 5 tahun dia menceraikan istrinya karena tidak bisa memberikan keturunan. Dan akhirnya bertemu mamahku teman SMA yang saat itu statusnya menjanda.

Dia sangat menyayangi keluargaku, semua perlakuan itu menunjukan kalau dia memang benar-benar tulus menikahi mamahku yang sudah beranak 2. Namaku Siska usiaku 17 tahunaku baru saja lulus SMA dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Hari-hariku setelah lulus hanya di rumah saja sambil menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru.

Waktu banyak kumpul dengan papah tiri mamah dan adikku. Kalau mamah kerja aku hanya berdua dengan papah. Papah tiri aku bekerja sebagai pengawas paling pagi berangkat hanya absen saja. Dan kemudian pulang aku senang dengan papah tiriku yang humoris. Aku merasa dekat banget layaknya ayah kandungku sendiri.

Aku terlahir dari keluarga yang memiliki kulit putih. Layaknya gadis perempuan yang sedang subu-suburnya tumbuh menjadi remaja. Aku tumbuh subur badanku tinggi dan semok, payudara yang biasanya seumuran aku tidak sebesar ini. Ukuran braku aja 36B sangat besar jika seusiaku. Ntah aku tumbuh sangat subur beda dengan remaja lain.

Aku kalau di rumah sering memakai pakaian mini seperti celana pendek diatas lutut tangtop bahkan daster yang sexy. Aku juga tidak memiliki rasa sungkan dengan papah tiriku karena dia sudah aku anggap seperti ayah sendiri. Kita udah biasa bercandaan bareng aku deket banget sama papah. Apa aja aku selalu bercerita.

Aku sangat nyaman berada di samping papah. Mamah tampak sangat bahagia ketika aku dekat papah tiri. Sedangkan adikku dia kurang suka dengan papah, dia belum bisa menggantikan posisi ayah di hatinya. Adikku cowok namanya Angga, ya mungkin beda perasaan laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung pendendam.

Tampak wajah Angga yang masih berat banget menerima papah Ridho sebagai papah tiri kita. Namun aku yakin adikku bisa membuka hatinya, karena beliau sangat penyayang dan baik hati. Aku dan papah Ridho sering bercandaan di ruang tivi. Tiduran berdua kadang menggelitik tubuhku dan aku pasti teriak-teriak karena nggak tahan dibuat papah geli.

Mamah hanya tersenyum melihat aku , sedangkan adikku bersikap sewot. Waktu itu mamah masak di dapur aku sama papah di sofa ngobrol biasa. Aku memakai celana pendek diatas lutut paha mulusku aku biarkan terbuka lebar di hadapan papah. Sesekali papah mengelus paha mulusku dengan lembut.

“ Ihhhh… papah sukanya gitu deh, geli tauk pah…, ”
“ Biarin aja, tapi enak kan sayang, geli-geli nikmat, hha…, ” ucap papah.
“ Nggak tuh, wek…. wek…, ” kataku sambil mengejek papah.
Setelah ngobrol aku masuk kamar entah aku bisa kepikiran omongan papah terus. “ geli-geli nikmat, ” hmmm emang bener sih waktu papah belai paha aku rasanya geli gimana gitu. Aku baru sadar kalau aku ngerasain hal yang aneh dari belaian papah.Keesokan harinya mamah bangun pagi banget karena mau ada meeting keluar kota dan pulang besok pagi.

Aku ditinggalkan berdua dengan papah dan Angga, namun adikku enggan di rumah dia malah menginap rumah eyang. Yaudah deh aku berduaan sama papah aja. Papah ternyata juga kerja aku di rumah bermalas-malasan sambil nonton tivi. Tepat jam 9 aku masuk kamar dan bergegas untuk mandi. Rasanya pengen yang seger gitu, aku mandi lama banget.

Mandi keramas Luluran membersihkan tubuhku sambil bernyanyi nggak kerasa udah 1 jam aku bercumbu dengan air. Aku keluar kamar mandi papah udah di ruang tivi,
“ Hay anakku jam segini baru mandi ya..?, ”
“ Iya pah males mandi ni tadi pengen yang seger-seger aku mandi keramas luluran rasanya fresh banget.., ” ucapku sambil membetulkan handuk yang menutupi sebaguian tubuhku.

Aku nggak sadar kalau aku setengah bugil di depan mata papah. Aku masuk ke kamar namun aku lupa mengunci kamarku. Aku kalau habis mandi kebiasaan masih handukan berrias diri didepan kaca kamarku. Tiba-tiba papah masuk ke dalam kamarku, aku terkejut,
“ Hoooo papah main masuk aja sih.., ”
“ Aku pengen nemenin anakku yang sedang bersolek.., ”
“ ahhh papah keluar dulu dong Siska kan Cuma pakai handuk aja , aku mau ganti baju dulu pah.., ”
“ Aku kan papah kamu jadi wajar dong menemanimu bahkan melihat kesemokan tubuhmu sayang…, ”
Papah mendekati aku dengan perlahan kemudian aku dipeluk dari belakang. Tampak tanganku memegang lipatan handuk yang kendor itu. Pelukan papah hangat banget , tampak dari kaca papah memeluk sambil memejamkan mata. Memegang tanganku yang berada di depan payudaraku sangat erat. Payudaraku yang semoks terasa naik keatas dan semakin terlihat Vilapoker.com



“ Iihhhhpapah…, ”
Papah menidurkan aku di ranjang dengan mesra papah mengecup bibirku. Aku pun menanggapi ciuman itu lidah papah aku tarik dengan mulutku sebaliknya papah. Seakan birahiku sangat terusik ingin terus memberikan respon terhadap sentuhan papah. Leherku dibelai sangat lembut hingga aku geli gairah-gairah birahi seakan muncul dengan tiba-tiba,
“ Aaaahhhhhh… papahhh geli Pah… Aaaaahhhhh….., ”
Bibirnya masih mengulum bibirku yang merah itu tangannya semakin turun kebawah ke payudaraku. Remasan lembut itu mulai membuatku tak berdaya. Handuk putih yang menutupi tubuhku sudah tebuka lebar di hadapan papah. Payudara yang montok dan segar itu sudah siap untuk di mangsa papah dengan penuh gairah sex,

“ Paahhh jangan paahhh nanti mamah……….., ”
Belum selesai aku bicara papah sudah membungkam bibirku dengan mnegulum kembali. Getar-getar nafsu sudah merasuki papah kita sudah terbawa suasana tanpa memikirkan status dalam keluarga. Papah berada diatas menindih tubuhku wajahnya bertatapan dengan wajahku. Tatapan papah tajam dan penuh gairah.
Begitu pula aku hanya terdiam merasakan tangan papah yang terus membuat aku horny,
“ Oughhh… harum sekali tubuhmu sayang…, ”
Pandangannya mengarah ke payudaraku yang montok itu. Terus menatap dengan beringas, putting payudaraku yang merah itu di kulum papah,

“ Ssshhhh… Aghhhhhhh… Oughhhh… pahhh…. Eughhhh…., ” lenguhku terbawa dalam nafsu sex.
Tak henti-hentinya papah mengulum putingku secara bergantian. Kanan kiri dia nikmati, sesekali dia merasa gemas dengan payudaraku puttingnya ditarik dengan bibir. Nikmatnya luar biasa,
“ Sssssssss….Eughhhhhhhhh…. Pahhh… Oughhh….., ” lenguhku.
Tubuhku bergetar saat papah terus menggairahkan aku tubuhku bergerak merasakan kenikmatan itu. remasan payudaran putingku diputar-putar dengan jarinya. Apalagi di kulum aku tak kuasa dan terus mendesah manja,
“ Aghhh… Aghhh… Aghhhh… Oughhhh….Pahhhhhh…, ”
Terus turun kebawah bibir papah sampai juga di pusarku. Memekku yang merekah itu sudah terbuka lebar. Papah kembali menciumi selakanganku secara bergantian. Birahiku memuncak hingga aku mengeluarkan cairan dari memekku. Tangannya perlahan membelai memekku dari atas ke bawah. Memekku yang belum berbulu itu terlihat siap diterkam papah.

Jarinya menyusuri lipatan memekku, hingga menemukan klitorisku. Dia mengulum klitorisku dengan sangat syahdu. Sumpah nikmatnya udah nggak tertahankan,
“ Aghhhh… pahhh… Oughhhhh… Aghhhhhhhhhhhhhh……., ” desah liarku sambil tangannku memegang kepala papah agar terus menciumi memekku.

Papah tiba-tiba berdiri aku melihat penis papah tegak dan kencang. Dia mengarahkan penisnya ke mulutku. Dia meminta agar aku mengulum penisnya, aku pegang erat penisnya dengan kedua tanganku. Aku mencoba mengocok penis papah, seakan sudah berpengalaman aku mahir memainkan penis papah,

“ Ya nie lakukan seperti itu, enak nie enak banget, Oughhhhh……, ” desah papah.
Sesekali aku hisap dan aku kecup ujung penisnya. Lidahku berputar menyusuri penis papah tak henti-hentinya aku mengocok penis papah. Kembali papah melepaskan penisnya dan dia mencium bibirku. Penisnya bersentuhan dengan memekku rasanya geli nikmat. Aku semakin memeluk papah dengan sangat erat. Penis papah gede banget dia gesek-gesekkan di memekku,

“ Oughhhhhhh… Pahhhh… Ssssssss… Aghhhhh…., ”
Desahan terus keluar dari bibirku karena kenikmatan itu membuat aku tak kuasa. Papah membuka kedua kakiku dengan lebar. Tampak aku mengangkang lebar, memekku sudah siap dinikmati papah. Dia mengecup lubang memekku dengan lembut. Cairan itu kembali keluar meleleh dari lubang memekku, terlihat papah menggesekkan penisnya di lubangku.

Diputar-putar sangat nikmat, itu tandanya penis papah sedang bersiap berpetualang di dalam memek perawanku. Pantat papah seakan memberikan tekanan agar penis itu masuk ke dalam memekku. Perlahan dia memasukkan penisnya,

“ Sssssss… sakitt pah … Aowww…. Sakit… Eughhh… ., ”
Dia menganyunkan penisnya secara perlahan dan masuklah penis itu. Ujung penis menancap di memekku terasa sakit dan nikmat menjadi satu. Papah menekan maju mundur hingga penisnya masuk ke dalam memekku,

“ Blesssssssssssssssssssss, ”
“ Aowwwwwwwwwwwwwww…. Oughhhhhhhhhhh…. Sssssshhhhhhh…. Sakit pah.. Aghhhh…, ”
Keluarlah lendir kawin bercampur darah dari memekku, itu pertanda keperawananku sudah di renggut oleh papah. Aku memeluk papah dengan erat, birahi papah sangat tinggi. Sesekali payudaraku diremas putingnya dikulum dimainkan agar kita sama-sama memuncak,

“ Tahan dulu sakitnya ya sayang, entar juga enak lama-lama kog… Oughhh…, ”
“ Ughhhh… pelan-pelan pah, sakit, Aghhh… Eughhh…, ” ucapku masih kesakitan.
Penis paah yang terus keluar masuk itu membuat aku merasakan sakit bercampur kenikmatan yang tak terkira. Baru pertama kali aku melakukan hubungan sex, jadi saat itu aku merasa tak kuat dan saat itu aku sudah orgasme untuk yang ketiga kalinya.

Lututku berasa lemas tak bertulang merasakan kenikmatan. Pantat papah terus memberikan tekanan supaya penis masuk mentok ke dalam. Mempompa penisnya dengan penuh kegairahan. Terus dan terus penis papah berkelana di dalam lubang memekku. Sesekali menggoyangkan penisnya, oohhhh terasa sangat nikmat banget.

Akal sehatku sudah hilang, aku tidak teringat lagi jika yang berhubungan sex adalah papah tiriku. Di bawah alam sadarku aku menikmati persenggamaan itu, papah yang sangat bernafsu padaku dia terus menciumi dan menggoyang-goyangkan penisnya pada vaginaku,

“ Oughhh… memek kamu enak sekali sayang, rasanya penis papah seperti terjepit kuat… Oughhhh…, ” ucap papah sembari terus menggenjot memekku.
“ Ughhhh.. Iya pah, Ssssss… genjot terus pah memek aku, enak sekali pah… Aghhhh…, ” desahku nikmat tanda bahwa aku sudah melupakan kesakitan ketika diperawni tadi.

Desahan yang tanpa henti membuat papah semakin bergairah. Demikian aku hanya terpejam dan pasrah merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan ini. Papah dengan antusianya terus menggenjot memekku dengan penuh nafsu sex. Dengan gaya sex aku diabawah dengan paha terbuka lebar, ayah terus menusuk memekku dengan semangatnya.

Tidak terasa persetubuhan kami sudah berlangsung cukup lama, dari fourplay sampai ML sudah ada setengah jam. Papah benar-benar perkasa dalam berhubungan sex, penisnya yang besar panjang dan berorotot itu terus menghujat memekku dengan dahsyatnya,
“ Sayang… Ssssshhhh… papah mau keluar sayang.. Oughhh…Ssshhh…, ” ucap papahku penuh nafsu sex.
Ditengah persetubuhan kami ayah berbicara seperti itu, kira-kira 10 tusukan dia ayunkan pada memekku, tiba-tiba papah mencabut penisnya dan mengarahkan penisnya keatas perutku sembari dikocok dengan tanganya sendiri,

“ Ccccrrrroooootttt…. Ccccrrrooootttt….. Ccccrrrrooootttt….., ”
“ Oughhhhhhhhhhhhhhh… enak sayang… Aghhhhhhhhhhhhhh…, ” ucap papah seiring keluarnya spermanya diatas perutku.

Sperma papah keluar dengan derasnya fiatas perutku, rasanya hangat sekali karena perutku tersiram sperma yang kental dan banyak itu. Cairan itu berwarna putih kental seperti ingus, aku melihat cairan itu putih dan sangat kental.Papah pun merasa lega,
“ Aghhhhhh… papah puas sekali sayang bercinta dengan kamu, makasih ya sayang, ” ucap papah dengan rasa yang sangat puas.

Papah memelukku dengan erat dan dia bilang sangat menyanyangi aku. Papah dan aku sama-sama merasa puas saat itu setelah berhubungan sex. Sebenarnya aku sedikit menyesal karena keperawananku telah direnggut ayah tiriku, namun jika nasi sudah menjadi bubur aku bisa apa. Yasudahlah biarkan saja air mengalir mengikuti arusnya.

Singkat cerita sejak kejadian itu setiap kali mamah ke luar kota kita saling melepaskan gairah sex bersama setiap kali ada kesempatan. Aku dan papah menjalin hubungan terlarang didalam rumahku sendiri, mamah tidak pernah mengetahui perbuatan kami hingga sekarang. Entah sampai kapan ini kan terjadi, ingin menyudahi namun batin sangat berat jika harus kehilangan kenikmatan sex. Selesai. Vilapoker.com


Gadis Yang Sangat Cantik Jadi Idamanku

Saat sore itu ketika speedboat yang membawa penumpang khusus sedang melaju cukup kencang menuju ke sebuah lokasi pertambangan emas di Pulau S. Di deretan tempat duduk paling belakang, yang formasinya terdiri dari 2 baris ada sekelompok pemain musik yg akan mengadakan pertunjukan untuk acara farewell party salah seorang yang cukup penting keberadaannya di pertambangan yang bertaraf internasional itu.
Salah satunya adalah aku yang di kelompok musik itu sebagai pemegang rythm gitar sekaligus vokalisnya. Perjalanan menempuh waktu sekitar 1, 5 jam dari pelabuhan yang ada di pulau L. Setelah sampai di pelabuhan B, yang di bangun khusus buat kelancaran pertambangan itu sendiri, kami di periksa secara seksama.



Pertambangan ini menerapkan sistem keamanan yang cukup standart, mulai dari pelabuhan pemberangkatan sampai ke pelabuhan kedatangan. Sebelumnya, aku bersama pemain musik lainnya juga telah mendapatkan ID card yang permohonannya membutuhkan waktu 2 minggu. Setelah menjalani pemeriksaan yang cukup intensif dari pihak keamanan dan penjelasan yang cukup tentang segala peraturan selama berada di lokasi pertambangan itu sendiri, selanjutnya kita menuju ke ruangan tunggu untuk menuju lokasi acara.

Tak lama berselang, sebuah mobil kijang telah menjemput kelompok kami. Dalam waktu yang tak kurang dari 45 menit, kita telah sampai di pusat lokasi pertambangan. Tidak pernah terlintas sebelumnya olehku, bahwa lokasi pertambangan yg awalnya adalah sebuah hutan belantara akan menjadi sebuah kota kecil yg nggak kalah sibuknya dibanding dengan kota kecil pada umumnya.

Sebelum kami mempersiapkan segala sesuatu yg berkaitan dengan acara itu sendiri, kita harus menuju ke receptionist pertambangan untuk check-in dan makan siang. Setelah mendapatkan kunci kamar masing-masing dan menempatkan barang bawaan, kita menuju ke kantin pertambangan untuk makan siang.

Sekitar jam 4 sore, handphone salah satu kelompok kita berbunyi yang isi dari pembicaraan antara temanku dan pihak sponsor dari pertambangan meminta kita untuk check sound.
Tanpa menunggu waktu lagi, kami mempersiapkan diri untuk datang ke lokasi acara. Menurut temanku yang berbicara lewat handphone, kami akan di jemput oleh pihak sponsor pertambangan sendiri.

Dalam hitungan menit, datanglah sebuah mobil kijang biru yang di dalamnya ternyata seorang gadis cantik berambut sebahu berkulit kuning langsat dan mengenakan celana jeans biru yang dipadu dengan kaos warna serupa. Aku sempat terpana akan kehadiran gadis tersebut dan tak pernah terbayangkan sebelumnya kalo di lokasi kerja yg pada umumnya laki-laki dan berada di tengah hutan belantara ada gadis secantik dan se sexy dia. Dengan gerakan lincah gadis itu turun dari mobil kijang dan berjalan ke arah kami.

“Hei.. Kenalkan nama saya.. Ani”, sahutnya dengan mengulurkan tangan nya yang halus.

Selanjutnya secara bergantian kami berjabat tangan buat berkenalan dengannya. Aku mendapat giliran terkahir untuk berkenalan.

“Ridwan,” ujarku pendek.

Dia memandangku dengan sorot mata yang tajam, sambil masih menggenggam tanganku. Aku merasakan kelembutan telapak tanganya yg membuatku jadi terdiam sesaat.

“Maaf.. “, sahutku sambil melepas genggaman tangannya.
“Kalo nggak salah kamu vokalisnya yah?”, ujarnya kemudian.

Aku tersenyum sembari mengiyakan pertanyaannya.

“Kamu tau dari mana?”, tanyaku menambahkan.
“Dari daftar pemain musik yang sudah di fax sebelumnya”, jawabnya lagi.

Kembali aku hanya tersenyum mendengar jawabannya. Sepertinya Lala menyimpan perhatian khusus terhadap diriku, aku bisa menangkap gelagat itu dari sikapnya yg spontan.

“Kita sudah siap nih”, sahutku untuk mengalihkan pembicaraan.
“Baiklah kalo begitu” katanya dengan gerakan ringan dia naik ke mobil yang dia sopiri sendiri.

Tak menunggu waktu lama lagi kita semua naik ke mobil dan menuju ke lokasi acara. Tempat yang dijadikan acara untuk farewell party adalah sebuah taman yang cukup indah pemandangannya, ditengah taman ada sebuah pohon yang sudah cukup tua usianya. Dan beberapa lampu hias serta sejumlah meja berikut kursi taman yang telah di atur dengan rapi.

Setelah check sound yang hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam, selanjutanya kami kembali ke kamar masing-masing. Di dalam kamar ada fasilitas yg cukup memadai, mulai dari tempat tidur yg ukurannya lumayan besar, AC, kamar mandi dengan hot & cold waternya. Menurut pendapatku lumayan bagus fasilitas untuk karyawan pertambangan itu sendiri.
Selama di dalam kamar aku sempat merenung sesaat atas kejadian sore tadi, ketika aku berjabat tangan dengan Ani. Masa iya cewek secantik dia belum mempunyai pacar. Aku merasakan kelembutan di balik sorot matanya yg tajam, walaupun itu hanya sekilas. Lamunanku semakin jauh saat aku mengingat betapa sempurnanya sosok Ani. Mulai dari matanya yang bening, hidungnya yang mancung, kemudian leher jenjangnya.

Dan tak kalah terkesimanya ketika pandanganku beralih turun menuju ke dadanya. Aku memperkirakan ukuran buah dadanya 36B, di padu dengan bentuk pinggangnya yg ramping dan sepasang kaki jenjangnya yg sexy. Dengan tinggi badan sekitar 170 cm dan berat 50 kg menurut tafsiranku, Ani merupakan sosok gadis yang menjadi idola dari semua kaum adam.

Waktu menunjukan pukul 20.00 wita saat acara baru di mulai. Acara di awali dengan musik instrumentalia dari kita, yang kemudian aku lanjutkan dengan membawakan beberapa lagu lembut sebagai pembuka. Setelah itu acara beralih ke sambutan panitia, serta salam perpisahan dari orang yg akan meninggalkan lokasi pertambangan yang akan kembali ke negara asalnya, dan di akhiri dengan acara makan malam yang diikuti oleh seluruh tamu undangan.

Acara yang berlangsung cukup meriah dan sukses, tentunya menjadikan pihak panitia merasa puas atas semua pihak yg mendukung lancarnya acara itu sendiri. Ani yang mulai dari awal acara terlihat begitu anggun dengan gaun malamnya yang berwarna hitam yang di bagian lehernya begitu rendah, menjadikan dia semakin cantik berbeda dengan penampilannya tadi sore yang hanya mengenakan celana jeans dan kaos.

Penampilanku malam itu juga sedikit berbeda, hanya mengenakan kemeja berlengan pendek warna biru muda dipadu dengan celana jeans biru kesukaanku. Ketika waktu menunjukkan pukul 23.00 wita, para tamu satu persatu mulai meninggalkan tempat acara farewell party berlangsung. Saat itu tinggal beberapa tamu aja yang masih bertahan ngobrol, demikian juga dengan Ani yang masih bercengkerama dengan teman-temannya.

Saat itu acara musik dari kita sudah selesai dan di gantikan dengan CD dari panitia. Sementara aku bersama-sama kelompokku duduk sambil melepas lelah di belakang panggung acara. Aku mulai dihinggapi rasa lelah dan ngantuk karena selama acara berlangsung aku telah menyanyikan lebih dari 25 lagu dan menjadikan aku sedikit capai.

Dengan berjalan perlahan aku menghampiri Ani yang sedang ngobrol dengan teman-temannya. Aku hanya diam ketika sampai didekatnya, karena aku gak mau menggangu pembicaraan mereka. Sekilas Ani memandang ke arahku yang sedang berdiri tak jauh darinya.

“Maaf.. Ya Ver aku tinggal sebentar”, kata Ani kepada temannya.
“Ok deh Nis.. Lagian juga aku mau pulang kok “, sahut temannya kemudian.

Ani berjalan kearahku, sambil memberikan senyumnya yang menawan untukku.

“Thanks ya Wan.. Acaranya benar-benar sukses”, sahutnya gembira.
“Sama-sama Nis.. “, jawabku pendek.
“Oh yah Nis.. Aku permisi duluan yah”, ujarku lagi.
“Soalnya kita besok harus bangun pagi-pagi sekali biar gak ketinggalan speedboat” tambahku lagi.
“Sebentar Wan.. Kita samaan pulangya, lagian kan yang jemput kalian tadi juga aku”, katanya lagi.
“Ok deh.. “, jawabku pelan.

Sepanjang perjalanan kami semua terdiam di dalam mobil, tak terkecuali aku yang duduk di depan bersebelahan dengan Ani. Sesampainya di depan apartement, teman-temanku langsung turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Ani yang telah mengantarkan aku. Giliran selanjutnya adalah aku yg terakhir turun dari mobil. Vilapoker.com



“Wan.. Kamu belum ngantukkan?”, tanya Ani tiba-tiba.
“Hem.. Sebenarnya belum begitu sih”, jawabku perlahan.
“Ada apa emangnya?”, tanyaku lagi.
“Kamu mau gak melihat-lihat lokasi pertambangan di malam hari?”, tawarnya kemudian.
“Hem.. Boleh deh, lagian aku kan gak selalu ada dipertambangan ini”, jawabku meyakinkan.

Dengan cekatan Ani membelokkan mobilnya ke arah perbukitan, yang mana lokasi mesin dan alat-alat berat berada. Perjalanan di tempuh kurang lebih 10 Km, yang kebetulan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 wita. Kadang-kadang di dalam perjalanan, kita berpapasan dengan mobil pertambangan lainnya. Menurut keterangan Ani sistem kerja di sini, khususnya yang di lapangan selama 24 jam yang di bagi sebanyak 4 shift.

“Wan suara kamu bagus banget yah.. Saat nyanyi tadi”, tiba-tiba suara Ani memecah kesunyian.

Aku yang di puji seperti itu cuman tersenyum aja.

“Makasih yah Nis.. Atas pujiannya”, sahutku pelan.
“Aku serius kok bilang begitu”, katanya lagi.
“Aku pasti sangat bahagia sekali seandainya punya cowok seperti kamu”, ujarnya lagi.
“Ah.. Bisa aja kamu Nis”, sahutku tersipu oleh pujiannya.
“Sudah suara kamu bagus, lagu-lagu kamu banyak yang romantis”, pujinya lagi.
“Pasti deh banyak cewek yg tertarik sama kamu”, sahutnya lagi.
“Aku kan cuman pemain musik biasa Nis, bukan artis”, jawabku merendah.

Aku mengatakan itu sambil memandang ke arah Ani, yang juga sedang menatapku. Sempat aku tertunduk oleh sorot matanya yang tajam, namun lembut aku rasakan menghujam relung hatiku yg dalam.

“Kamu juga sangat cantik kok Nis, nggak mungkin kamu belum punya cowok”, kataku sesaat.
“Wan.. Aku tuh di sini kerjanya sibuk banget”, katanya.
“Mana ada cowok yang mau dengan cewek yang super sibuk, yang liburnya cuman 2 kali seminggu”, katanya lagi.

Entah keberanian dari mana tiba-tiba tanganku menggenggam tangannya, ketika mobil yang kami tumpangi sedang berhenti di atas sebuah daerah perbukitan. Sementara musik sedang mengalun lembut dari tape mobil. Begitu syahdunya lagu milik procol harum’ yang judulnya ‘whiter shade of pale’. Membuat suasana makin terasa romantis ditambah dengan hanya kami berdua di dalam mobil. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Ani mendekatkan tubuhnya sambil matanya menatap sayu.

“Wan.. Saat pertama aku menerima copy identitas diri kamu dan juga kelompok musik kamu, berikut foto-foto anggota group”, kataya pelan.
“Perasaanku mengatakan bahwa kamu type cowok yang romantis ternyata benar adanya”, terangnya kemudian.
“Nis.. Aku hanya seorang pemain musik”, sahutku pelan.
“Apa yang kamu harapkan lebih dari aku, dari segi finansial kamu jauh berbeda, dari kecantikan bahkan kamu sangat cantik yg nggak begitu sulit tentunya buat mendapatkan cowok idaman kamu”, jelasku lirih.
“Wan.. Semua itu semu bagiku, kebahagiaan sejati adanya hanya di hati”, sahutnya lagi.
“Buat apa terpenuhi segala sesuatunya, sementara hati kita nggak bahagia”, ujarnya lirih.

Dengan lembut aku rengkuh bahunya dan menarik wajahnya mendekat dan tak lama kemudian aku sudah mengecup bibirnya yang ranum.

“Ohh.. “, Desah Ani lirih.

Bibirku berpindah perlahan dari bibir terus ke lehernya dan berakhir dibelakang telinganya. Lidahku menjulur dengan lembut di antara lehernya yg jenjang dan cuping telinganya, yang sesekali menjulur ke lubang telinganya.

“Ohh. Ssshh.. “, Desah Ani lembut.

Tanganku yg meremas payudara yang sebelah kiri dari luar gaun hitam nya yang sedikit terlepas talinya. Hal ini semakin membuat Ani mendesah untuk kesekian kalinya.

“Wan kita lanjutin di kamarku aja yah”, katanya parau karena masih menahan rangsangan.
“Di sini kurang asyik, lagian juga ntar kalo ada orang lewat terganggu lagi” tambahnya.

Mobil kemudian bergerak perlahan meninggalkan daerah perbukitan. Sepanjang jalan tanganku tak pernah berhenti mengelus paha mulus Ani yang terbungkus gaun hitam panjang, sementara Ani mengemudikan mobil. Dalam waktu kurang dari 30 menit sampailah mobil yang kita tumpangi di depan apartment pertambangan.

Kamar Ani kebetulan ada di lantai yang paling atas sementara apartment ini mempunyai 3 lantai di bawahnya. Setelah memarkir mobilnya di bawah sebuah pohon, aku keluar mobil terlebih dahulu. Dengan mesra aku memeluk pinggang Ani, dan berjalan pelan disisinya menuju kamarnya yang terletak di ujung.

Sesampainya di depan pintu kamar aku menghentikan langkahku, yg aku lanjutkan dengan memeluk pinggang Ani dan kembali aku mengecup bibirnya yg selalu terlihat basah.

“Ohh.. “, Kembali Ani mendesah lirih.
“Wan.. Nggak enak ntar di liat ama orang lain”, bisiknya pelan.

Kemudian Ani menyerahkan kunci kamarnya ke padaku. Tak lama pintu sudah terbuka dan nampaklah olehku sebuah kamar yang di tata dengan rapi, serta di padu dengan letak lampu kamarnya yang berada di ujung. Kesan romantis begitu terasa di dalam kamar Ani. Mulai dari warna catnya, letak lampunya. Dengan mesra aku menggendong Ani ke sofa yang ada di tengah kamar yang menghadap ke luar jendela.

Setelah duduk di sofa sejenak, Ani berdiri ke arah musik set yang ada di dekat ranjang, yang tak lama mengalunlah musik instrumentalia milik dari ‘Kenny g’ yang judulnya ‘going home’. Dengan lembut Ani berjalan ke arah sofa dimana aku sedang takjub memandang lekukan tubuhnya yang di balut oleh gaun hitam dan di terpa oleh temaramnya sinar lampu kamar.

Perlahan Ani menghenyakkan pinggulnya yang sexy di sofa, sementara tanganku menyambut pinggangnya yang ramping dan ku peluk erat seketika. Going home masih mengalun syahdu, ketika bibir ku berpindah ke lehernya yang jenjang, serta kedua tangan ku menurunkan tali gaunnya yang berleher rendah. Bra 36B warna hitam yg berenda di tepinya, menambah sexy penampilan Ani malam itu.

Dengan lembut aku meremas kedua payudaranya bergantian. Sementara bibirku masih aktif di bibirnya yang ranum, dan tanganku mulai membuka tali branya dari belakang. Dalam hitungan detik terlepaslah bra hitam Ani, dan terpampanglah di hadapanku sepasang payudara nya yang putih dengan ujungnya yang kecoklatan. Bibirku bergerak perlahan menciumi kedua payudaranya mulai dari yang kiri bergantian dengan yang kanan.

“Sssh.. Ohh Wan”, Desah Ani yg mulai terangsang.

Tanganku yang kiri meremas lembut payudara Ani yang sebelah kanan, sementara bibirku menjilati ujung puting yang kanan.

“Ohh.. Sssh.. Terus Wan”, Desahan Ani semakin menjadi.

Setelah cukup lama aku merangsang bagian atas tubuh Ani, kemudian aku lanjutkan dengan menundukan kepalaku sambil menjulurkan lidah untuk menjilati perutnya yang rata. Sambil menunduk tanganku perlahan menurunkan gaunya yg masih menggantung di bagian perut dengan menariknya kebawah. Tampaklah Gundukan CD hitam yang rendanya ada di bagian tengah, dan nampaklah secara transparan bulu memek Ani yang hitam lebat.

Bulu memek Ani memang sangat lebat dan hitam itu nampak dari pinggiran Cd nya yang masih dikenakannya. Beberapa ada yang keluar dari pinggiran CD hitam Ani. Aku hanya bisa menelan ludah sesaat menyaksikan semua itu. Dengan gigitan lembut aku menarik CD hitam Ani ke bawah yg melewati pahanya yg mulus.

Setelah CD nya berada di pahanya, tanganku menyelesaikannya dengan melepasnya seketika. Dengan gerakan perlahan aku menunduk sambil menjulurkan lidahku ke arah gundukan hitam bukit memek Ani. Lidahku menjulur lembut menyapu labia minora serta labia mayoranya Ani dan sesekali ujungnya menyentuh clitoris Ani.

“Hekk, Ssshh”, Ani mendesah agak keras mendapat perlakuan itu.
“Wan.. Terusin Wan”, jeritnya lirih.

Setelah cukup lama Ani menerima rangsangan, aku menghentikan sesaat kegiatan itu. Yang tak lama kemudian Ani berinisiatif memberikan kenikmatan yang sama terhadap diriku. Dengan posisi duduk di sofa, ini memudahkan bagi Ani untuk memberikan pelayanan oral terhadapku. Dengan lembut Ani kemudian menundukan kepalanya dan tak lama dia telah melahap ujung kepala kontolku dengan lincahnya.

“Ughh.. “, erangku merasakan kenikmatan yang diberikan oleh ujung lidah Ani.

Sementara tanganku meremas payudaranya dan sesekali aku padukan dengan memilin ujung putingnya lembut. Setelah cukup puas Ani menelusuri seluruh permukaan kontolku yang di mulai dari zakarnya dan berakhir di ujungnya yang di padukan dengan gerakan ujung lidahnya menyentuh lubang kencingku.

Perlahan Ani berdiri di hadapanku yang sedang duduk di sofa. Dengan lembut aku menarik pinggangnya perlahan mendekat ke arahku. Bibirku kembali menyentuh payudara Ani bergantian, mulai dari yang kanan dan berakhir di payudara yang kiri. Dengan lembut aku memegang batang k0ntolku yang sudah sangat keras dan mengarahkannya ke belahan memek Ani yang merekah basah oleh lendir birahinya. Sedikit demi sedikit Ani menurunkan pinggulnya dan bersamaan dengan amblasnya batang k0ntolku di dalam memek Ani yang masih sempit.

“Sssh.. Ohh Wan”, erangnya ketika k0ntolku membelah memeknya yang basah.

Dengan menggoyangkan pinggulnya perlahan Ani mulai melakukan aksinya. Dan ini membuatku memejamkan mata menikmati sensasi atas gerakan erotis Ani.

“Ughh.. Ssshh”, Erangku lirih.
“Wan.. Aku mau keluar”, jeritnya parau.
“Sebentar sayang”, sahutku tak kalah paraunya.

Tak lama berselang aku merasakan denyutan memek Ani dan di barengi rasa hangat melintasi batang k0ntolku yg menandakan orgasme pertama telah di dapatkannya. Setelah denyutan mulai melemah, kemudian aku mencabut k0ntolku dan meminta Ani rebahan di sofa. Dengan gerakan lembut aku membuka paha Ani, sambil tanganku menggenggam batang k0ntolku yg masih keras. Perlahan aku melesakkan batang k0ntolku di belahan memek Ani.

“Sret.. Sret.. “, setengahnya telah masuk membelah memek Ani.
“Ssshh.. Wan.. Terusin enak”, jeritnya lirih.

Dengan sekali tekan, namun cukup lembut aku melesakkan sisa batang k0ntolku ke dalam memek Ani yg sangat basah oleh lendirnya sendiri.

“Ohh.. Ssshh”, kembali Ani mendesah lirih.

Perlahan aku mulai memaju mundurkan pinggulku dengan pasti.

“Ughh.. “, aku merasakan kenikmatan, setelah jepitan memek Ani berdenyut lembut.

Setelah beberapa lamanya, aku mulai merasakan denyutan di ujung batang k0ntolku.

“Ani sayg.. Ohh.. “, jeritku lirih.
“Aku mau keluar nih sayang”, sahutku lagi. Vilapoker.com

Karena Buku Sex Aku Puaskan Mami Aku Sendiri

“Jach.., ayo bangun..! Udah makan belom..? Udah jam berapa ini..? Jach.. Jach.. Jach..!” kedengaran suara mami mulai mendekati kamar saya dan langsung masuk ke kamar saya yang biasanya tidak pernah terkunci. “Jach..!” mami duduk di tepian tempat tidur dan langsung mengelus kepalaku.



Yo.. ayo.. bangunlah Nak Sayang, udah jam 9, kamu pergi mandi gih baru makan..!” “Ah.. malas Mam, mau tiduran dulu. Entar aja satu jam lagi ya..!” “Udah Mami tungguin.., entar kamu bohong lantas tidur satu harian.” Kemudian saya sedikit menggeser posisi tidur saya supaya mami bisa ikut tiduran. Sambil tiduran mami mencari-cari majalah yang mau dibacanya. Saya kelupaan kalau disitu ada Novel yang ceritanya agak hot, dapat dibilang hanya sekitar seks saja ceritanya. Ya.., terlanjur sudah keambil oleh mami

Saya biarkan saja dia membacanya, dan entah kenapa ada perasaan yang lain setelah mami masuk ke dalam kamar saya, seakan-akan gairah seks saya mulai menjalar menyelimuti tubuh. Bagaimana ini, repot jadinya, karena kebiasaan saya tidur hanya menggunakan piyama untuk tidur dan memakai selimut. AC di ruangan kamar saya mengigilkan badan, dan inilah penyakit saya, kalau situasi dalam keadaan dingin nafsu langsung naik dan meledak-ledak. Posisi tidur saya waktu itu persis di samping mami dan bersenggolan dengan pahanya.

Saya perhatikan mami makin serius membaca novel dan maklum tidak pernah membaca buku yang begituan. Dengan sedikit menggoda saya bertanya, “Bapak kemana Mam..?” “Kamu macam tak tau aja, kan udah berangkat ke Kisaran, biasa ngantar Ikan. Paling-paling besok udah pulang.” “Awas Mam, nanti tidak ada pelampiasannya, Papa kan tidak ada di rumah.” “Enggak, Mama cuman pengen tau aja apa isinya, kok orang-orang pada senang membacanya.” jelasnya. Sedikit posisi saya agak memeluk mami, maklum hal ini sering saya lakukan karena saya anak Mami dan dimanja, jadi hal ini tidak janggal lagi bagi saya dan mami. Terus entah kenapa, penis saya tepat menempel di samping kemaluannya, dimana mami saya posisinya agak miring menghadap saya.

Dengan cuek saya ikutan membaca novel yang dibacanya. Posisi mami membaca telentang, dan agak miring menghadap saya. Dengan sedikit menggoyang-goyangkan paha, terjadilah pergesekan antara paha saya dengan paha mami, dan hal ini tidak pernah kami lakukan. Sesuatu yang janggal saya rasakan, dimana kalau saya bermanja-manja selalu dalam keadaan memakai celana pendek, tapi dalam keadaan saya sekarang hanya menggunakan piyama tanpa memakai apa-apa, dan perasaan ini tidak pernah saya rasakan sebelumnya.

Mungkin ada setan yang melanda diri saya, batang kemaluan saya pun mulai membesar, dan mungkin mami merasakan itu, tapi dia tidak menghiraukannya, masih taraf wajar pikirnya. Sekilas saya melihat ke paha mami, dasternya tersikap, dan tetap mami tidak menghiraukannya. Dia masih menganggap saya anak kecil yang seperti dulu. Tidak sadarkah dia bahwa saya sudah 16 tahun, dan saya sedang mengalami masa pubertas pertama. Sekarang keadaan semakin tidak karuan, dan timbul dalam pikiran saya untuk melanjutkan lebih jauh lagi dengan sedikit menggeser dasternya memakai paha saya.

Dan alangkah terkejutnya saya bahwa mami tidak mengenakan celana dalam. Terlihat gundul di bagian bukit kemaluannya. Ternyata mami sangat rajin mencukur bulu kemaluannya, maklum dia sangat pembersih. Dengan pura-pura tidak tahu, saya menggeser lagi piyama yang saya pakai. Tersingkap dan terbebaslah penis saya. Dengan sedikit berpura-pura lagi, saya mengambil bantal yang ada di seberang mami, dan secara otomatis batang kemaluan saya menempel persis di samping vaginanya. Setelah saya mengambil bantal saya tidak kembali lagi dengan posisi pertama, dan pura-pura bertanya.

“Serius kali sih Ma bacanya..!” “Iya.., ini ceritanya lagi seru dan menarik.” katanya seakan tidak ada larangan darinya ketika saya sudah mulai jauh bertindak. Dengan sedikit gerakan, saya menggesek-gesekkan penis saya. Meskipun batang kemaluan saya sudah langsung menempel persis di pinggir vaginanya, mami tidak merasakannya atau berpura-pura. Itulah yang berkecamuk dalam pikiran saya. “Ah, bodoh amat..!” pikir saya waktu itu. Dengan telaten saya terus menggesekkan, dan ternyata mami tahu kalau saya agak susah atau memang mami mau memiringkan badannya. Dengan posisi tadi mungkin mami pegal, kemudian mami meletakkan novel di bantal, dan otomatis dia semakin miring posisinya.
Mami tidak berkata apa-apa sewaktu dia memiring sedikit lagi yang bertepatan dengan penis saya yang sudah tegang dari tadi seperti sebuah batang kayu.

Sepertinya mami maunya tidak disengaja, atau mami juga menikmatinya. Sekarang tepatlah sudah batang kemaluan saya di belahan vaginanya dengan posisi saya masih memeluk bantal yang membatasi saya dengan buah dadanya. Saya sangsi kalau mami tidak mengetahui apa yang telah terjadi, tetapi tidak ada tanda-tanda mami melarang perbuatan saya. Sedikit demi sedikit saya menggesek-gesek terus batang kemaluan saya, dan terkuaklah bibir vaginanya.

Terasa agak berlendir dan licin vaginanya, dan saya yakin mami pasti menikmatinya, tapi anehnya mami masih tetap serius membaca novel. Tidak saya hiraukan mami lagi sedang apa. Kemudian dengan sabar saya menggesek-gesekkannya lagi, dan terasa kepala penis saya mulai menerobos bibir vaginanya. Itu semua saya lakukan tanpa berbicara, dan seperti terjadi begitu saja, mungkin mami malu melakukan secara blak-blakan. Dengan sedikit usaha saya memajukan pantat dan semakin nikmat rasanya, tapi kok agak susah ya masuknya, dimana ukuran kemaluan saya 18 cm panjangnya dengan diameter 3 cm. Vilapoker.com



Tapi dengan dibantu cairan yang mulai keluar dari vagina mami menolong batang kemaluan saya masuk ke dalam dengan sedikit agak menggeser bantal yang saya peluk. Setelah agak tersentak pantat saya, “Bless..!” masuk semua batang kemaluan saya dan mendiamkan sebentar untuk melihat reaksi mami. Eh ternyata mami masih tetap membaca novel yang ada di tangannya. Dengan sedikit menarik pantat, anda dapat bayangkan posisi saya dengan gaya miring semakin membuat kami erat terhubung. Tetapi saya belum berani memeluk mami, terpaksa bantal lah yang menjadi pegangan saya.

Terasa batang kemaluan saya dipijat-pijat, nikmatnya tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Semakin lama penis saya semakin mudah saya maju-mundurkan. Badan mami tertahan dengan papan tempat tidur, jadi kami tetap dengan posisi semula. Terasa sudah lama saya menggesek-gesek dan memaju-mundurkan batang kemaluan saya di dalam vagina yang dulunya adalah tempat saya lahir. Sudah 10 menit saya melakukannya, semakin licin vaginanya. Tercium bau vagina yang menggairahkan, dan mulai terasa ngilu di kepala penis saya, seperti mau meledak. Setelah sekali goyangan terakhir dan memasukkan dalam-dalam, badanku terasa seperti kesetrum listrik yang bertegangan tinggi. “Coot.. crott.. croott..!” Saya peluk bantal kuat-kuat dan tetap membenamkan batang kemaluan saya di dalam vaginanya, dan saya melihat wajah mami agak berkerut menahan nikmatnya.

Terasa batang kemaluan saya seakan-akan dipijat dengan kuat, dan terasa ada yang menyiram dari dalam vaginanya. Anehnya batang kemaluan saya tidak langsung lemas, tetapi tetap tegang. Dengan sedikit waktu untuk istirahat, saya mendiamkan batang kemaluan saya di dalam vagina mami selama 5 menit. Setelah rasa ngilunya hilang, baru penis saya mengecil dan saya cabut dari vaginanya. Saya melihat ke arah vaginanya, terlihat keluar sedikit air mani saya dan meleleh di bibir vaginanya.

Akhirnya mami bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar sambil berkata, “Jach udah tidur-tidurannya, udah jam 10 ini.., tadi janjimu kamu mau bangun jam 10, cepatan mandi dan Mama mau mandi juga, mau nyiapin makanmu..!” “Bret..!” pintu kamar tertutup setelah itu. Saya juga bangkit dari tempat tidur dan langsung mandi. Selasai mandi saya memakai celana pendek dan langsung menuju meja makan. Saya mendapati mami sudah duduk menunggu saya untuk makan.

Sewaktu makan seakan-akan tidak terjadi apa-apa diantara kami. Setelah kejadian pagi itu terjadi, tidak ada perubahan antara hubungan saya dengan mami. Seperti biasanya, ayah saya telah kembali malam hari, tepatnya pukul 11 malam dan langsung tidur. Memang hal ini sudah merupakan kebiasaannya, tidak pernah punya waktu untuk keluarga, padahal situasi seperti inilah yang saya inginkan, dimana dapat berbincang- bincang dengan ayah atau semua keluarga. Memang dalam berbisnis ayah saya terbilang oran nomor satu di lingkungan saya.

Pagi itu cuacanya sedikit agak cerah dan matahari masuk ke dalam kamar saya karena kamar saya posisinya paling depan, sedangkan kamar mami berada di tengah rumah, dan memiliki kamar membelakangi terbitnya matahari. Terasa silau dengan sinar matahari membuat saya terbangun. Saya pun keluar dari kamar masih dengan menggunakan piyama biasa, tidak mengenakan apa-apa di baliknya. Terus saya lihat seisi rumah, ternyata masih sepi. Saya lihat jam sudah menunjukkan jam 8 siang. Kebetulan bulan ini adalah hari lmamir panjang untuk naik kelas, pada waktu itu saya mau naik ke kelas 3 SMU. Maksud hati sih masih mau tidur, tapi di kamar saya silau dengan sinar matahari. Gimana ya, mami belum kelihatan, berarti belum bangun.

Terus saya berusaha melangkah ke dapur, ternyata juga belum saya jumpai, berarti benar mami masih tidur di dalam kamarnya. Saya mengarah ke kamar utama, ke kamar ayah dan mami yang lumayan besar. Saya langsung saja mencoba membuka pintu dengan menekan gagang pintu, eh pintunya tidak terkunci.
Pelan-pelan saya buka pintu. Benar, terlihat mami masih tertidur pulas, dan saya langsung masuk. Saya menutup pintu kamar, takut nanti kelihatan pembantu, kan bisa berabe. Kemudian saya mendekati tempat tidur mami, sekilas saya melihat sekeliling kamar tertata rapi, mami memang terkenal suka bersih-bersih. Dengan sedikit lembut saya menghempaskan pantat saya ke tepian tempat tidur, dan sebentar saya perhatikan mami yang sedang tidur nyenyak. Dengan sedikit agak manja saya mencoba membangunkannya. “Mami.. Mami.., bangun dong..! Udah jam 8 pagi nih..!” “Ah.., entar aja Jach.., Mami lagi ngantuk nih..!” Mendengar jawabannya, saya jadi ikut tiduran di tempat tidurnya. Dengan sedikit iseng saya mulai kenekatan saya.

Pelan-pelan tetapi pasti, saya sikapkan daster mami dengan tangan. Oh.. oh.., dia tidak memakai CD lagi, terlihat bersih vagina mami. Batang kemaluan saya berdiri tegak dan langsung menyembul dari dalam piyama. Lima menit saya memandangi kemaluan mami sambil mengelus-elus penis yang sudah mulai tinggi tegangannya. Kemudian saya mulai memeluk mami dengan posisi mami miring membelakangi saya. Sewaktu saya memeluk tubuhnya, dengan sedikit tenaga saya menarik tubuh mami, dan ternyata mami tidak melawan dan mengikuti kemauan saya.

Sekarang mami menghadap saya sama seperti kemarin, hanya kemarin mami dalam keadaan terbangun, membaca novel dan saya tidak memeluk tubuhnya, tetapi sekarang saya memeluk tubuhnya. Posisi dasternya agak tersikap lebih ke atas. Saya mencoba mencari pengaitnya tapi tidak ketemu juga, ya sudah tidak usah terbuka semuanya, nanti takut mami marah pikir saya. Dengan posisi memeluk tubuhnya yang susu kenyalnya mengenai dadaku, saya tidak berani membuka dasternya, apalagi takut kedinginan gara-gara AC di kamar mami. Sekarang nafsu saya sudah tidak tertahankan lagi, langsung saya arahkan batang kemaluan saya ke bibir vaginanya, dan ternyata liangnya masih kering dan sedikit agak susah masuknya

Terpaksa saya hanya menggesek-gesek saja bibir kemaluannya. Vaginanya mulai mengembang dan mengeluarkan cairan, langsung saja saya memasukkan penis saya. Sewaktu saya mendorong, terpleset. Setelah dengan susah payah menggesek-gesek, terlihat bibir vaginanya mulai mengeluarkan cairan sebagai pelumas. Mulai terasa seakan-akan batang kemaluan saya mau ditelan habis oleh vaginanya, dimana bibir vagina mami mulai kembang kempis. “Ah.. ahk..!” geli sekali rasanya. Ingin rasanya saya memasukkan cepat-cepat, tapi takut terpeleset lagi nanti. Memang agak kesulitan saya memasukkan penis saya. Disaat saya mulai berusaha memasukkan lebih dalam lagi, mami juga rupanya menikmati. Dengan pura-pura tidur dia sedikit merenggangkan pahanya dan memudahkan penis saya masuk lebih dalam lagi.
Dengan sekali dorong, “Bless..!” masuk seluruhnya ke dalam liang senggamanya. Saya diamkan agak lama dengan maksud mau melihat bagaimana reaksi mami. Saya sengaja tidak mau menggoyangkan pantat saya, dan ternyata terasa tanggung bagi mami. Kemudian dengan sedikit gerakan, mami memaju-mundurkan pantatnya. Melihat reaksinya, saya juga langsung memulai bergoyang dengan sedikit kelembutan. Secara tidak langsung saya memeluk mami, dan mami masih tetap menjaga sikap dengan tidak mau blak-blakan melakukannya. Tidak perduli saya dorong badannya dengan posisi saya menindihnya, sedang batang kemaluan saya mulai terasa mengalami tegangan tinggi.

Dengan posisi saya di atas mami yang dengan sikap merenggangkan kakinya lebar-lebar semakin cepat saya memompa, dan sekali-kali mami mengikuti irama dengan mengangkat pantatnya. Ada sekitar 20 menit saya melakukannya dan mulai terasa geli di ujung penis saya, dan “Cret.. cret.. cret..!” saya tumpahkan semuanya ke dalam kandungan mami dimana saya juga pernah dikandungnya. Saya diamkan selama kurang lebih 5 menit.

Karena takut mami merasa berat dengan badan saya, saya tetap memeluknya dengan posisi miring sekarang, dan batang keamluan saya masih tetap menancap di dalam vaginanya. Setelap 10 menit terasa penis saya masih tegang. Kembali dengan sikap yang sama kulakukan lagi sampai 3 kali hari itu. Setelah selesai saya tertidur, dan sewaktu saya bangun mami tidak ada lagi. Ketika saya cari-cari, dia sedang masak di dapur dan menegur saya. “Udah mandi belon Jach..? Mandi gih..!” katanya seakan-akan tidak ada yang terjadi. Memang mami sangat menikmatinya, begitulah kami melakukan hampir setiap hari dengan tetap mami menjaga sikap tidak mau melakukan secara terbuka. Vilapoker.com


Asiknya Dapet Tante Genit Yang Mengajakku ML

Hari yang sangat gerah,pas banget bila ingin tambah gerah sobat baca cerita pendek ini yang paling seru dan asyik alur ceritanya di jamin menggairahkan dechhh heeee singkat cerita Pada waktu itu aku pulang dari kampus sekitar pukul 20:00 karena ada kuliah malam.



Sesampainya di tempat kost, perutku minta diisi. Aku langsung saja pergi ke warung tempat langgananku di depan rumah. Warung itu milik Ibu Sari, umurnya 30 tahun. Dia seorang janda ditinggal mati suaminya dan belum punya anak. Orangnya cantik dan bodynya bagus.

Aku melihat warungnya masih buka tapi kok kelihatannya sudah sepi. Wah, jangan-jangan makanannya sudah habis, aduh bisa mati kelaparan aku nanti. Lalu aku langsung masuk ke dalam warungnya.

“Tante..?”
“Eee.. Dik Sony, mau makan ya?”
“Eee.. ayam gorengnya masih ada, Tante?”
“Aduhh.. udah habis tuch, ini tinggal kepalanya doang.”
“Waduhh.. bisa makan nasi tok nich..” kataku memelas.

“Kalau Dik Sony mau, ayo ke rumah tante. Di rumah tante ada persediaan ayam goreng. Dik Sony mau nggak?”

“Terserah Tante aja dech..”
“Tunggu sebentar ya, biar Tante tutup dulu warungnya?”
“Mari saya bantu Tante.” Lalu setelah menutup warung itu, saya ikut dengannya pergi ke rumahnya yang tidak jauh dari warung itu. Sesampai di rumahnya..

“Dik Sony, tunggu sebentar ya. Oh ya, kalau mau nonton TV nyalakan aja.. ya jangan malu-malu. Tante mau ganti pakaian dulu..”

“Ya Tante..” jawabku. Lalu Tante genit masuk ke kamarnya, terus beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar dengan hanya mengenakan kaos dan celana pendek warna putih. Wow keren, bodynya yang sexy terpampang di mataku, puting susunya yang menyembul dari balik kaosnya itu, betapa besar dan menantang susunya itu. Kakinya yang panjang dan jenjang, putih dan mulus serta ditumbuhi bulu-bulu halus. Dia menuju ke dapur, lalu aku meneruskan nonton TV-nya. Setelah beberapa saat.

“Dik.. Dik Sony.. coba kemari sebentar?”
“Ya Tante.. sebentar..” kataku sambil berlari menuju dapur. Setelah sampai di pintu dapur.
“Ada apa Tante?” tanyaku.
“E.. Tante cuman mau tanya, Dik Sony suka bagian mana.. dada, sayap atau paha?”
“Eee.. bagian paha aja, Tante.” kataku sambil memandang tubuh Tante Sari yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Tubuhnya begitu indah.

“Dik Sony suka paha ya.. eehhmm..” katanya sambil menggoreng ayam.
“Ya Tante, soalnya bagian paha sangat enak dan gurih.” kataku.
“Aduhh Dik.. tolong Dik.. paha Tante gatel.. aduhh.. mungkin ada semut nakal.. aduhh..”

Aku kaget sekaligus bingung, kuperiksa paha Tante. Tidak ada apa-apa. “Nggak ada semutnya kok Tante..” kataku sambil memandang paha putih mulus plus bulu-bulu halus yang membuat penisku naik 10%.

“Masak sih, coba kamu gosok-gosok pakai tangan biar gatelnya hilang.” pintanya.
“Baik Tante..” lalu kugosok-gosok pahanya dengan tanganku. Wow, begitu halus, selembut kain sutera dari China.
“Bagaimana Tante, sudah hilang gatelnya?”
“Lumayan Dik, aduh terima kasih ya. Dik Sony pintar dech..” katanya membuatku jadi tersanjung.
“Sama-sama Tante..” kataku.
“Oke, ayamnya sudah siap.. sekarang Dik Sony makan dulu. Sementara Tante mau mandi dulu ya.” katanya.
“Baik Tante, terima kasih?” kataku sambil memakan ayam goreng yang lezat itu.

Disaat makan, terlintas di pikiranku tubuh Tante Sari yang telanjang. Oh, betapa bahagianya mandi berdua dengannya. Aku tidak bisa konsentrasi dengan makanku. Pikiran kotor itu menyergap lagi, dan tak kuasa aku menolaknya. Tante genit tidak menyadari kalau mataku terus mengikuti langkahnya menuju kamar mandi.

Ketika pintu kamar mandi telah tertutup, aku membayangkan bagaimana tangan Tante genit mengusap lembut seluruh tubuhnya dengan sabun yang wangi, mulai dari wajahnya yang cantik, lalu pipinya yang mulus, bibirnya yang sensual, lehernya yang jenjang, susunya yang montok, perut dan pusarnya, terus vaginanya, bokongnya yang montok, pahanya yang putih dan mulus itu.

Aku lalu langsung saja mengambil sebuah kursi agar bisa mengintip lewat kaca di atas pintu itu. Di situ tampak jelas sekali. Tante genit tampak mulai mengangkat ujung kaosnya ke atas hingga melampaui kepalanya. Tubuhnya tinggal terbalut celana pendek dan BH, itu pun tak berlangsung lama, karena segera dia melucutinya. Dia melepaskan celana pendek yang dikenakannya, dan dia tidak memakai CD.

Kemudian dia melepaskan BH-nya dan meloncatlah susunya yang besar itu. Lalu, dengan diguyur air dia mengolesi seluruh tubuhnya dengan sabun, lalu tangannya meremas kedua susunya dan berputar-putar di ujungnya.

Kejantananku seakan turut merasakan pijitannya jadi membesar sekitar 50%. Dengan posisi berdiri sambil bersandar tembok, Tante genit meneruskan gosokannya di daerah selangkangan, sementara matanya tertutup rapat, mulutnya menyungging. Beberapa saat kemudian.. Vilapoker.com



“Ayo, Dik Sony.. masuk saja tak perlu mengintip begitu, kan nggak baik, pintunya nggak dikunci kok!” tiba-tiba terdengar suara dari Tante Sari dari dalam. Seruan itu hampir saja membuatku pingsan dan amat sangat mengejutkan.

“Maaf yah Tante. Sony tidak sengaja lho,” sambil pelan-pelan membuka pintu kamar mandi yang memang tidak terkunci. Tetapi setelah pintu terbuka, aku seperti patung menyaksikan pemandangan yang tidak pernah terbayangkan. Tante Sari tersenyum manis sekali dan..

“Ayo sini dong temani Tante mandi ya, jangan seperti patung gicu?”
“Baik Tante..” kataku sambil menutup pintu.
“Dik Sony.. burungnya bangun ya?”
“Iya Tante.. ah jadi malu saya.. abis Sony liat Tante telanjang gini mana harum lagi, jadi nafsu saya, Tante..”

“Ah nggak pa-pa kok Dik Sony, itu wajar..”
“Dik Sony pernah ngesex belum?”
“Eee.. belum Tante..”

“Jadi, Dik Sony masih perjaka ya, wow ngetop dong..”
“Akhh.. Tante jadi malu, Sony.” Waktu itu bentuk celanaku sudah berubah 70%, agak kembung, rupanya Tante Sari juga memperhatikan.
“Dik Sony, burungnya masih bangun ya?”

Cerita Mesum Asiknya Dapet Tante Genit Yang Mengajakku ML – Aku cuman mengangguk saja, dan diluar dugaanku tiba-tiba Tante genit mendekat dengan tubuh telanjangnya meraba penisku.

“Wow besar juga burungmu, Dik Sony..” sambil terus diraba turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan. “Dik Sony.. boleh dong Tante liat burungnya?” belum sempat aku menjawab, Tante Sari sudah menarik ke bawah celana pendekku, praktis tinggal CD-ku yang tertinggal plus kaos T-shirtku.

“Oh.. besar sekali dan sampe keluar gini, Dik Sony.” kata Tante sambil mengocok penisku, nikmat sekali dikocok Tante Sari dengan tangannya yang halus mulus dan putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, penisku ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang montok dan besar itu.

“Ough.. Tante.. nikmat Tante.. ough..” desahku sambil bersandar di dinding.
Setelah itu, Tante Sari memasukkan penisku ke bibirnya, dengan buasnya dia mengeluar-masukkan penisku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot, kadang-kadang juga dia menjilat dan menyedot habis 2 telur kembarku. Aku kaget, tiba-tiba Tante Sari menghentikan kegiatannya.

Dia pegangi penisku sambil berjalan ke arah bak mandi, lalu Tante genit nungging membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku. “Dik Sony.. berbuatlah sesukamu.. kerjain Tante ya?!”

Aku melihat pemandangan yang begitu indah, vagina dengan bulu halus yang tidak terlalu lebat. Lalu langsung saja kusosor vaginanya yang harum dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari vaginanya. Kulahap dengan rakus vagina Tante genit, aku mainkan lidahku di klitorisnya, sesekali kumasukkan lidahku ke lubang vaginanya. “Ough Sonn.. ough..” desah Tante Sari sambil meremas-remas susunya.

“Terus Son.. Sonn..” aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu kumasukkan lidahku ke dalam vaginanya ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila. Kemudian Tante Sari tidur terlentang di lantai dengan kedua paha ditekuk ke atas.

“Ayo Dik Sony.. Tante udah nggak tahan.. mana burungmu Son?”
“Tante udah nggak tahan ya?” kataku sambil melihat pemandangan demikian menantang,

vaginanya dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung menancapkan penisku di bibir vaginanya.

“Aoghh..” teriak Tante Sari.
“Kenapa Tante..?” tanyaku kaget.
“Nggak.. Nggak apa-apa kok Son.. teruskan.. teruskan..”
Aku masukkan kepala penisku di vaginanya.
“Sempit sekali Tante.. sempit sekali Tante?”
” Nggak pa-pa Son.. terus aja.. soalnya udah lama sich Tante nggak ginian.. ntar juga enak kok..”

Yah, aku paksa sedikit demi sedikit, baru setengah dari penisku amblas. Tante genit sudah seperti cacing kepanasan menggelepar kesana kemari. “Ough.. Son.. ouh.. Son.. enak Son.. terus Son.. oughh..” desah Tante Sari, begitu juga aku walaupun penisku masuk ke vaginanya cuman setengah tapi kempotannya sungguh luar biasa, nikmat sekali.

Semakin lama gerakanku semakin cepat, kali ini penisku sudah amblas dimakan vagina Tante genit. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Sari. Tiba-tiba Tante Sari terduduk sambil memelukku dan mencakarku.

“Oughh Son.. ough.. luar biasa.. oughh.. Sonn..” katanya sambil merem melek.
“Kayaknya aku mau orgasme.. ough..” penisku tetap menancap di vagina Tante Sari.
“Dik Sony udah mau keluar ya?”

Aku menggeleng, kemudian Tante Sari terlentang kembali. Aku seperti kesetanan menggerakkan badanku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan karena gerakanku, aku menunduk, kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Sari semakin mendesah,

“Ough.. Sonn..” tiba-tiba Tante Sari memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
“Oughh.. Sonn.. aku keluar lagi..”

Vaginanya kurasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin kerasa. Aku dibuat terbang rasanya. Ah, rasanya aku sudah mau keluar. Sambil terus goyang, kutanya Tante genit.

“Tante.. aku keluarin di mana Tante..? Di dalam boleh nggak..?”
“Terseraahh.. Soonn..” desah Tante Sari.

Kupercepat gerakanku, burungku berdenyut keras, ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh penisku. Akhirnya semua terasa enteng, badanku serasa terbang, ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya kumuntahkan laharku dalam vagina Tante Sari, masih kugerakkan badanku dan rupanya Tante Sari orgasme kembali lalu dia gigit dadaku,

“Oughh..” “Dik Sony.. Sonn.. kamu memang hebat..”

Aku kembali mangenakann CD-ku serta celana pendekku. Sementara Tante Sari masih tetap telanjang, terlentang di lantai.

“Dik Sony.. kalo mau beli makan malam lagi yah.. jam-jam sekian aja ya..” kata Tante genit menggodaku sambil memainkan puting dan klitorisnya yang masih nampak bengkak.
“Tante ingin Dik Sony sering makan di rumah Tante ya..” kata Tante Sari sambil tersenyum genit.

Kemudian aku pulang, aku jadi tertawa sendiri karena kejadian tadi. Ya gimana tidak ketawa cuma gara-gara “Ayam Goreng” aku bisa menikmati indahnya bercinta dengan Janda. Vilapoker.com


ML Dengan Atasan Ku Yang Cantik dan Menggoda

Perkenalkan, gue cowok yang masih single. Gue kerja seruang dengan seorang cewek cantik. Dia atasan gue, orangnya cantik dan montok menggoda. Dia suka membuat kontol gue naik terus. Nggak heran dia punya hobby ngesex. Gue juga punya hobby yang sama. Tapi tidak semaniak dia.
Hampir tiap hari dia ngesex dengan cowok yang disenanginya, bahkan gue sering diajak ‘Anu’ sama dia. Disamping gue senang dan menikmati tubuhnya yang montok aduhai itu, gue juga tidak berani menolak perintahnya.. pokoknya “A.I.S”-lah.. itu..tuu.. Asal Ibu Senang. Dan gue dijanjikan naik pangkat dan tentu saja gaji naik juga dong plus bonus tubuhnya yang montok itu.



Dia orangnya cantik meskipun umurnya jauh diatas gue. Karena dia selalu suka pakai rok ‘super’ mini warna putih transparan. Maka gue tahu kalau dia tiap hari nggak pernah pakai CD. Yang gue heran ama dia, pas dia ada di luar ruang kerja dia selalu pakai rok biasa bahkan pernah pakai celana. Tapi pas ada di ruang kerja kita dia selalu pakai rok ‘super’ mini itu. Jadi kalau ada sesuatu yang dia butuhkan dia selalu minta tolong gue yang ngurus.

Meja kerjanya yang berada di depan gue, jadi gue bisa melihat apa yang dikerjakannya. Tiap menit dia selalu memancing nafsu gue. Dia sering pura-pura lihat suasana diluar jendela, padahal dia ingin memeperlihatkan kemontokan pantatnya yang super montok itu. Lalu dia pura-pura melihat hasil kerja gue sambil dekat-dekat terus dia menundukkan kepalanya.. lalu yah jelaslah payudaranya yang tergantung bebas tanpa halangan dari BH.

Dia goyangkan badannya, maka bergoyanglah payudara itu kiri-kanan-kiri lagi.. Tapi yang paling parah, dia pura-pura menjatuhkan bulpen di lantai, terus dia jongkok membelakangi gue. Pas dia nunduk, roknya tersingkap keatas jadi terlihatlah pantatnya yang montok putih dan memeknya yang putih kemerahan dengan bulu yang tampak menantang untuk dijamah.

Pas dia udah ambil itu bolpoint, eh.. dijatuhin lagi terus nungging lagi.. lagi.. lagi.. Dia goyangin itu pantatnya maju-mundur, bawah-atas..lalu dia renggangkan kakinya sehingga memeknya yang lezat itu merekah bagai bunga ‘mawar’ dan begitu seterusnya. Hingga gue nggak tahan akan kelakuannya itu. Langsung aja gue deketin dia terus gue obok-obok ‘anu-nya’.. Dan ternyata.. apa yang terjadi.. ohh..

Dia menikmati sentuhan-sentuhan gue. Saat ini gue bekerja dengan lidah gue. Gue jilat sedikit kacangnya dan di “suck” agar basah. Nggak sampai dua menit udah tampak ada cairan bening di memeknya. Karena kontol gue udah nggak tahan, lalu gue masukin kontol gue ke memeknya. Dia mendesis – meronta – mengerang nikmat(3M) demikian juga gue. Hangat dan lembab. Lalu gue mula goyang kiri kanan, maju-mundur dan kadang-kadang gue putar. Dia bener-bener hebat, setelah gue agak pasif dalam gerakan gue karena udah hampir nyampe. Dia dengan perkasa menggoyang tubuhnya yang montok maju-mundur, kanan-kiri dan berputar dengan garang. Vilapoker.com



Sementara gue makin berat nahan orgasme gue, akhirnya..
“Bu boleh keluarin di dalam..?”kataku.
“Boleh aja sayang, emang sudah hampir.. ya?”katanya sambil terus menggenjot pantatnya maju-mundur.
“Ya, bu”kataku.
“Kita sama-sama ya, hmm..ohh..”.

Dengan sisa tenaga gue goyang lagi sampai gue terasa enak bener karena orgasme gue udah sampai deket pintu helm “NAZI”.

Lalu gue peluk dia dari belakang sambil gue remes dadanya. Dan cret.. cret.. cret. cret, air mani gue muncrat didalam lubang memeknya. Dan diapun merintih ohh yes dan lalu mencengkeram kursi dengan erat serta badannya bergetar dan menegang.. Rupanya dia klimaks juga. Dengan kontol dan memek masih bersatu gue tetep peluk dia dari belakang.

Dia tersenyum puas lalu melumat bibirku. Dia bilang kontolku enak banget sih. Dia kangen katanya kalau nggak dicoblos kontolku barang sehari. Nggak lama gue peluk pinggangnya kuat-kuat dari belakang sambil ngerintih akhh.. akhhgg dan lalu di dinding memeknya kubikin terasa hangat karena semprotan sperma gue tadi. Nggak ke tulungan enaknya katanya, tapi dia harus buru-buru ngrapiin baju dan nyuci memeknya. Habis gituan luemes banget dan nggak bisa kerja lagi. Abis sambil berdiri sih.

Enak juga lho making love di kantor. Apalagi kalau lembur jangan dibilang. Di meja kerja, di WC, di lift, di lantai atas gedung atau juga di dalam mobilnya juga bisa, rasa takut ketahuan itu selalu ada, tapi kenikmatannya lain dari pada yang lain, pokoknya sensasinya lain.

Malamnya gue diajak ke pub. Setelah jam dua belas malam, gue ajak dia pulang. Dia kutuntun ke mobilku karena dia mulai mabuk akibat terlalu banyak mengkonsumsi minuman dan kuantarkan ke apartemennya. Gue bingung mengapa dia nggak pulang ke rumahnya sendiri.. mengapa kesini. Kuantar sampai ke dalam kamarnya di lantai 7, gue istirahat sejenak di sofanya. Dia bangun dan menghampiri gue untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam.. tapi tubuh montok nya jatuh dalam pelukan gue sehingga nafsu gue untuk meng’anu’nya mulai bangkit. Kuciumi dari kening, mata, hidung hingga mulut sensualnya disambutnya ciuman gue dengan permainan lidahnya yang sudah profesional.

Lama kami berciuman dan gue mulai meremas teteknya yang agak kenyal.. lalu kubuka resleting bajunya..kemudian kususupkan tanganku ke dalam behanya untuk meremas teteknya lagi dan memainkan putingnya.. sambil terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh ke lantai.. BH.. CD.. tapi kami masih berciuman. tanganku tak tinggal diam.. meremas diatas sesekali.

memainkan puting dan meraba dan memainkan di bagian memeknya.. oi.. jembutnya yang menggoda.. lezatnya..

Memeknya telah banjir akibat otot memeknya mengeluarkan cairan karena rangsangan dari gue.. tangannya mulai membuka satu persatu pakaianku sampai kami berdua full bugil. Kusodok sodok jari tengahku ke dalam memeknya ..sshh.. oohh.. gung.. please.. sshh.. don’t stop..aahh.. terus jariku telunjukku memainkan itilnya yang mulai menegang .. sshh.. aahh.. dan dia mulai merebahkan badannya di sofa kuciumi lagi putingnya dan kusodok-sodok lagi memeknya dengan dua jari.. sshh.. aahh..oohh.

my goodd..sshh .. dia mulai mencari-cari kontolku yang sudah tegang sejak tadi.. dan mulai menghisap kontolku .. mulai dari kepala .. sshh .. aahh.. buu.. aahh.. sshh .. perlahan lahan mulutnya masuk dan melahap kontolku semuanya sshh ..hhmm.. kutambah jariku satu lagi hingga tiga yang masuk ke dalam memeknya sshh.. aachh.. tambah satu lagi hingga hanya jempol saja yang masih di luar memainkan itilnya.

..sshh.. hhmm.. gue lepaskan kontolku dari mulutnya dan mulai kuarahkan ke bibir memeknya yang banjir.. perlahan lahan kudorong kontolku.. sshh.. oohh.. honey.. hhmm.. bibir bawahnya menggigit bibir atasnya.. kuangkat kedua pahanya dan kusandarkan di sandaran sofa yang sebelah kiri sedang yang kanan kuangkat.. dan bless.. aahh.. sshh.. kuayunkan perlahan lahan..

sshh.. oohh my god.. come on.. sshh..terus kuayunkan hingga kupercepat ayunanku .. sshh.. buu.. saya mau keluar buu..sshh.. keluarin di dalem aja sayang..ohh aahh.. kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku sambil terus menggoyangkan pantatnya sshh.. aahh..

Tiba-tiba dia menjerit histeris oohh..sshh.. sshh..sshh.. ternyata dia sudah keluar.. gue terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar memeknya sshh.. aahh.. dan aagghh.. crett.. crreett.. ccrreett..kutekan pantatku hingga kontolku menempel dasar memeknya.. dan keluarlah pejuku ke dalam liang memeknya

.. sshh.. bbrr.. saat terakhir pejuku keluar.. guepun lemas tetapi tidak gue cabut melainkan menaikan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas gue lihat bagaimana kontolku masuk ke dalam memeknya yang di kelilingi oleh jembutnya yang menggoda.. kubelai jembutnya sambil sesekali menyentuh itilnya. Ssshh.. aahh.. gue mulai mengayunkan kembali kontolku.. biar agak ngilu gue paksakan..kapan lagi.. sshh.. aahh.. hhmm.. gue meminta dia untuk posisi nungging dengan tidak melepaskan kontolku dalam memeknya.. kontolku terasa dipelintir oleh memeknya.. terus kugenjot lagi ..sshh dan.. sshh.. dia mendorong pantatnya dan aachh.. lebih cepet honey ..sshh.. dia sudah keluar lagi

Gue masih asik mengoyang pantatku sambil meremas teteknya yang dari tadi gue biarkan.. sshh.. hhmm..aahh.. dan creett.. creett.. guepun menekan pantatku dan menarik pinggulnya hingga kontolku mentok lagi di dasar memeknya.. kami berdua sama lemas..

Dia ambil sebatang rokok.. dinyalakannya dan dia hisap itu rokok.. persis seperti saat dia menghisap kontol gue.. kami duduk dan sama menikmati permainan tersebut sambil dia merokok kami saling mengobok-obok kemaluan masing-masing..

Kuangkat tubuhnya yang montok ke tempat tidur.. kami tidak membereskan pakaian kami yang masih berserakan di lantai ruang tamu.. gue putar jam bekerja tepat pukul 5 soalnya gue mau pulang.. Dia mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkul dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku.. meskipun udara di rungan sudah dingin tetapi tubuh kami masih berkeringat akibat permainan tadi..

Pada kesempatan lain gue datang ke rumahnya nganterin surat-surat penting. Kebetulan siang itu dia lagi sendiri. “Oh kamu sayang.. ayo cepet masuk..ehhmm”katanya sambil nutup pintu. “Iya bu, saya cuma mau ngantar surat
ini “kataku.

Terus gue minta pamit pulang.. tapi.. “Aduh koq buru-buru amat sih.. ibu mau minta tolong lagi.. boleh khan ..”katanya manja. Lalu, matanya merem melek sambil lidahnya dikeluarkan, gue udah tahu pasti dia pengen ngentot lagi nich.

Pokoknya udah nggak tahan deh. Langsung gue diajak dia masuk dan duduk di teras. Waktu itu dia pakai baju kulot putih transparan. Terlihat payudaranya yang montok dengan putingnya yang menyembul dari balik bajunya. Gue lihat dia lagi ‘super’ nafsu, lalu dia pancing gue untuk making love. Gue sih “A.I.S” saja.

Lalu kulot dan CD dilepaskan step by step, lalu memeknya gue raba-raba, dan kelentitnya gue diplintir sampai dia terangsang banget. Terus baju, celana dan CD gue diplorotin. Lalu kita duduk di lantai teras. Dalam posisi duduk santai kakiku selonjor, dia sedot-sedot kontolku sampai gue mendesah-desah dan kontolku

menjadi tegang dan keras. Dia kangkangi kakinya terus dia pegang kontolku yang udah keras sambil mengarahkan ke memeknya yang sudah basah dan merekah itu.

Aduh enaknya terus dia naik turun terus sambil digoyang-goyang terus dikocok terus sampai kenikmatan yang tak terhingga. Rasanya dia jadi lemas dan capai, tapi dia berusaha tidak mau udahan. Kayaknya teriak tertahan, mungkin dia takut kedengaran tetangga. Dia terus naik turun dan gue juga ngimbangi dari bawah, terus sampai akhirnya gue dan dia pelukan erat-erat karena dia sudah merasa hampir klimaks, dan nggak lama dia pun menegang dan akhirnya sama-sama puncak dan keluar.

Pokoknya nikmat banget, dan badan gue juga terasa lemas tak bertenaga kepinginnya nggak mau lepas dari tubuhnya yang montok. Tanpa pakai celana dulu dia pergi ke kamar mandi. Pantatnya yang montok bergoyang kanan-kiri-kanan-kiri.. Kadang dia menundukkan tubuh montok nya sehingga posisinya nungging ke arah gue.. sehingga memeknya terlihat merekah.. ohh. Gue melotot lihat tingkahnya begitu seronok. Ah gue cuek aja. Yang penting.. uueennaakk.. Vilapoker.com

AgenBandarCeme - PROMO VILLAPOKER TERBARU

AgenBandarCeme - PROMO VILLAPOKER TERBARU Promo Terbaru Vilapoker Buruan Tunggu Apa Lagi Gabung Bersama Kami Banyak Bonus Menarik Unt...